PAMEKASAN, RadarMadura.id – Karapan sapi tradisional Madura kembali bergulir. Tiga kabupaten di Madura mulai Sumenep, Pamekasan, dan Sampang sudah menjadwal pelaksanaan seleksi tingkat kabupaten. Begitu juga dengan daftar pesertanya.
Untuk karapan sapi di Sumenep akan diselenggarakan di Lapangan Bluto dan karapan sapi di Sampang akan dipusatkan di Lapangan Priok, Ketapang. Karapan sapi di Sumenep dan Sampang sama-sama digelar Sabtu (23/9). Karapan sapi di Pamekasan digelar di Lapangan Murtajih, Kecamatan Pademawu, pada Minggu (24/9). Khusus Bangkalan masih tahap seleksi kawedanan.
Dalam seleksi tingkat kabupaten nanti akan dipilih masing-masing enam pasang sapi sebagai delegasi pada grand final Karapan Sapi Piala Presiden atau Gubeng edisi 2023. Seperti tahun lalu, event bergengsi itu akan digelar di Stadion RP Moch. Noer Bangkalan dan dijadwalkan pada Oktober mendatang.
Ketua Paguyuban Karapan Sapi Se-Madura (Pakar Sakera) Pamekasan Fakhror Rozi mengatakan, seleksi kabupaten sangat ditunggu-tunggu oleh tokoh karapan sapi. Sebab, untuk mendapat tiket Gubeng harus menyandang predikat juara dulu di tingkat kabupaten.
”Kalau sudah berhasil di tingkat kabupaten, otomatis sudah masuk perhitungan sebagai pesaing di Gubeng nanti,” katanya pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Fakhror Rozi menyebutkan, persiapan yang dilakukan para tokoh pengerap terus dimatangkan. Utamanya yang berkaitan dengan finansial. ”Nantinya dana yang dibutuhkan diperkirakan sekitar ratusan juta,” tuturnya.
Dijelaskan, uang ratusan juta itu nantinya akan digunakan untuk membiayai perawatan sapi dan membayar honor karyawan atau tim. ”Hal itu lumrah. Sebab, karapan sapi merupakan salah satu tradisi yang bergengsi bagi masyarakat Madura,” ucapnya.
Sementara pelaksanaan karapan sapi di Kabupaten Sumenep cukup menarik. Sebab, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo ternyata menjadi peserta dan menurunkan pasangan sapi miliknya yang bernama Banteng Balap di pool B dengan nomor urut 27.
Keikutsertaan pria yang akrab disapa Cak Fauzi itu mendapat apresiasi dari tokoh pengerap. Sebab, baru kali ini bupati Sumenep ikut andil dan menjadi peserta dalam karapan sapi. ”Kami tentu saja senang dan sangat mengapresiasi,” tutur anggota Pakar Sakera Kabupaten Sumenep Candra Wijaya.
Candra Wijaya yakin keikutsertaan Cak Fauzi memberi angin segar bagi pengerap Madura. Sebab, Cak Fauzi membuktikan komitmennya dalam upaya melestarikan kearifan lokal. ”Tidak berupa wacana semata. Tapi, dibuktikan langsung dengan menerjunkan sapi di lapangan,” ungkapnya.
Pria yang karib disapa Encang itu berharap, keikutsertaan Cak Fauzi menjadi motivasi bagi tokoh pengerap di Sumenep untuk memenangkan karapan sapi Piala Presiden tahun ini. Sebab, puluhan tahun piala bergilir Presiden Republik Indonesia (RI) yang dibuat semasa pemerintahan BJ Habibie belum pernah diraih Sumenep.
”Sumenep sudah lama tidak keluar sebagai juara Gubeng. Terakhir pada 2019, itu pun juara 3 golongan kalah. Edisi tahun 2022 tidak ada satu pun dari Sumenep yang naik podium. Pasangan sapi Garidu Onggu milik H Hasan, andalan Sumenep gagal di semifinal. Semoga tahun ini juara,” tandasnya. (di/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia