Karena belum digunakan, keberadaan fasilitas itu belum memberikan kontribusi positif bagi pelaku IKM di Madura, termasuk Bangkalan. Di sisi yang lain, proyek multiyears tersebut tahun ini sudah tidak lagi mendapat anggaran dari pemerintah pusat.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan Qorry Yuniastuti tidak memungkiri sentra IKM hingga saat ini belum difungsikan. Alasannya, pembangunan fasilitas yang berada di akses menuju Jembatan Suramadu tersebut baru selesai dibangun di akhir 2022. ”Sekarang masih masa pemeliharaan (oleh pelaksana) selama enam bulan,” ucapnya.
Diakui, pemerintah pusat sudah meminta agar sarana yang menelan anggaran Rp 75,8 miliar tersebut untuk segera dimanfaatkan. Menurut Qorry, itu disampaikan oleh tim monitoring dari kementerian saat meninjau sentra IKM. ”Mereka (tim monitoring kementerian) meminta untuk segera dibuka karena ingin tahu manfaatnya seperti apa,” imbuhnya.
Jika ternyata manfaatnya positif, tidak menutup kemungkinan pemerintah pusat akan kembali menggelontorkan anggaran penambahan sarana di industri IKM. Sebab, fasilitas yang ada saat ini belum sesuai dengan detail engineering design (DED) yang dirancang saat akan dilakukan pembangunan.
Buktinya, dalam DED yang dibuat akan ada tiga blok gedung di IKM. Yakni blok I, blok II, dan blok III. Sedangkan saat ini yang sudah ada baru blok I dan blok II. ”Jadi yang akan kami optimalkan sementara blok I dan blok II dulu,” tutur perempuan berhijab tersebut.
Rencananya, sambung Qorry, pemanfaatan sarana yang menelan anggaran puluhan miliar tersebut baru akan difungsikan setelah masa pemeliharaan selesai. Peruntukannya, yaitu sebagai tempat produksi bagi para pelaku IKM dengan komoditas kerajinan dan batik.
”Kalaupun kemungkinan bisa mendatangkan PAD (pendapatan asli daerah) akan kami carikan regulasinya dulu,” sambungnya.
Qorry menambahkan, lembaga akan menggandeng beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melaksanakan kegiatannya di sentra IKM. Utamanya kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat umum. Karena berdasarkan skema pengembangan, sentra IKM diperuntukkan pada wisata produksi, belanja, dan budaya. ”Dengan begitu, nantinya hasil produk IKM itu bisa dipamerkan kepada pengunjung,” sambungnya.
Ketua Komisi B DPRD Bangkalan Rokib menyatakan, sentra IKM kerap disinggung saat melakukan hearing dengan mitra kerjanya. Pihaknya mendesak, setelah proses pemeliharaan tuntas, sarana itu harus segera difungsikan. ”Karena sudah menelan anggaran sangat luar biasa. Jangan sampai tidak bermanfaat,” tegasnya.
Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, pemanfaatan sentra IKM harus didukung penuh oleh semua OPD di lingkungan Pemkab Bangkalan. Disperinaker juga harus menyusun agenda-agenda dalam rangka meramaikan sarana tersebut. ”Kalau hanya mengandalkan disperinaker, akan susah berkembang. Maka, harus didukung oleh OPD yang lain,” pintanya. (jup/han) Editor : Abdul Basri