BANGKALAN, RadarMadura.id - Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terus mendorong penerapan konsep Blue Economy melalui program pengabdian masyarakat. Kegiatan ini digelar di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, pada Selasa (29/7).
Pengabdian masyarakat tersebut berfokus pada pemanfaatan daun mangrove sebagai pakan ternak dan pupuk organik. Program ini melibatkan dosen, mahasiswa, dan kelompok tani setempat.
Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui sistem BIMA. Tim UTM terdiri dari enam dosen dengan ketua tim Prof. Dr. Ec. Muh. Syarief, M.Si.
Baca Juga: Pemuda Lahat Sukses Bangun 10 Cabang AgenBRILink, Buka Lapangan Kerja Bagi Warga Sekitar
Mereka adalah Dr. Agus Romadhon, S.P., M.Si, Selamet Joko Utomo, SE, MM, serta tiga dosen lainnya dari Fakultas Pertanian. Pengabdian juga melibatkan Kelompok Tani Hutan Karya Makmur Jaya dan Ormawa FP UTM.
Prof. Muh. Syarief menekankan bahwa pengabdian ini tidak hanya menghasilkan produk pakan dan pupuk. Tetapi juga berdampak pada peningkatan ekonomi, ketahanan pangan, dan kelestarian lingkungan.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan sistem peternakan dan perikanan yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Prof. Syarief. Ia berharap pemanfaatan sumber daya lokal bisa mendukung kesejahteraan masyarakat.
Bilal, Ketua Kelompok Tani Hutan Karya Makmur Jaya, menyambut baik program tersebut. “Selama ini daun mangrove hanya jadi biomassa tak terpakai, padahal punya potensi besar,” katanya.
Menurut Bilal, daun mangrove bisa menjawab dua masalah sekaligus: keterbatasan pakan ternak murah dan pupuk organik berkualitas. Ia menilai program ini memberi harapan baru bagi petani pesisir.
Dr. Agus Romadhon selaku tim pengabdian menilai program ini sebagai implementasi nyata dari visi Blue Economy. “Ini bentuk pemanfaatan potensi laut secara cerdas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim UTM menyerahkan bantuan mesin pencacah daun dan gudang penyimpanan kepada kelompok tani. Bantuan itu dimanfaatkan untuk pengolahan pakan dan pupuk mangrove.
Baca Juga: AHY Sebut UTM Konsisten Cetak Generasi Unggul, Tangguh, dan Mandiri
Warga mendapatkan pelatihan teknis mengolah daun mangrove menjadi produk pertanian ramah lingkungan. Mereka diajari teknik pencacahan, fermentasi, dan pengemasan produk.
Kegiatan ditutup dengan penanaman mangrove bersama masyarakat, mahasiswa, dan tim dosen UTM. Penanaman dilakukan di sekitar lokasi kegiatan sebagai simbol konservasi.
Antusiasme warga cukup tinggi dalam mengikuti pelatihan dan demonstrasi teknis. Mereka berharap program pengabdian seperti ini bisa terus berlanjut.
Warga menilai kegiatan ini memberi manfaat nyata bagi perekonomian lokal. Mereka merasa dilibatkan secara aktif dalam pengembangan inovasi pertanian pesisir.
Baca Juga: UTM Dorong Partisipasi Pemuda Desa Taddan dalam Kelola Mangrove Hadapi Perubahan Iklim
Program ini sekaligus menegaskan komitmen UTM dalam mendukung pengelolaan sumber daya pesisir berkelanjutan. Pengabdian ini juga membangun kolaborasi konkret antara kampus dan masyarakat desa. (dry)
Editor : Hendriyanto