Pertalite di Bangkalan Kembali Langka, Pemkab Layangkan Surat ke Pertamina

Hera Marylia • Dipublikasikan Selasa, 20 Oktober 2026 | 08:25 WIB
ANTREAN PANJANG: Sejumlah kendaraan roda empat dan roda tiga antre BBM di SPBU 54.691.03 Jalan Pemuda Kaffa, Junok, Bangkalan, Senin (19/10). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
ANTREAN PANJANG: Sejumlah kendaraan roda empat dan roda tiga antre BBM di SPBU 54.691.03 Jalan Pemuda Kaffa, Junok, Bangkalan, Senin (19/10). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemandangan tidak biasa kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bangkalan dalam beberapa hari terakhir.

Antrean panjang itu diakibatkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Salak, bahkan sejumlah SPBU mengalami kekosongan stok.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) Bangkalan Moh. Rasuli tidak menampik adanya kelangkaan BBM dalam beberapa hari terakhir.

Namun demikian, instansinya sudah melayangkan surat ke pihak Pertamina Patra Niaga untuk mengurai kelangkaan tersebut.

”Alasannya tetap sama dengan sebelum-sebelumnya, karena keterlambatan pengiriman,” ujarnya.

Di samping itu, Rasuli juga mengimbau agar masyarakat bijak dalam menggunakan BBM serta tidak melakukan praktik penimbunan.

Dia meminta agar para pemilik kendaraan membeli bahan bakar sesuai dengan kebutuhan untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan.

Apalagi praktik penimbunan itu bertentangan dengan peraturan yang ada.

”Bijaklah dalam menggunakan BBM dan jangan melakukan praktik penimbunan agar pengguna kendaraan yang lain juga kebagian,” sambungnya.

Sejauh ini pihaknya belum berencana untuk melakukan sidak ke beberapa SPBU yang ada di Kota Salak.

Sebab alasannya pasti sama, yakni karena keterlambatangan pengiriman dari pihak Pertamina Patra Niaga.

”Alasannya pasti sama karena keterlambatan pengiriman, jadi kami tidak sidak, namun sudah bersurat,” paparnya.

Berdasarkan pemantauan koran ini, kekosongan BBM jenis Pertalite dan Solar terjadi di empat SPBU di Bangkalan.

Yakni SPBU Tangkel/54.691.11; SPBU Junok/54.691.03; SPBU Kota/54.691.04; serta SPBU Keleyan/54.69108.

Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi tidak merespons secara terperinci penyebab kelangkaan BBM jenis Pertalite di Kota Salak.

Dia justru menanyakan kelangkaan yang dimaksud terjadi di SPBU mana saja.

”Ada informasi spesifik SPBU yang dimaksud di mana saja,” singkatnya saat dihubungi melalui chat WhatsApp. (za/han)

Editor : Hera Marylia
antrean panjnag kekosongan dtok BBM pertalite spbu