Pelaksana Klaim Progres Sesuai Target, Dalam Pengerjaan Proyek Drainase Jalan KH Moh. Kholil

Hera Marylia • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 08:35 WIB
ISTIRAHAT: Pengendara melintas di lokasi pengerjaan proyek drainase, Jalan KH Kholil, Bangkalan, Minggu (18/10). (INA HERDIYANA/JPRM)
ISTIRAHAT: Pengendara melintas di lokasi pengerjaan proyek drainase, Jalan KH Kholil, Bangkalan, Minggu (18/10). (INA HERDIYANA/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pengerjaan proyek drainase di sepanjang Jalan KH Moh. Kholil, Bangkalan, tak kunjung usai.

Pelaksana beralasan pengerjaan proyek itu terkendala utilitas kabel milik sejumlah provider di area galian proyek.

Direktur PT Bar Dwi Selaras Ismail menyatakan, terdapat lima provider yang memiliki utilitas di sekitar pengerjaan proyek yang digarap perusahaannya.

Namun, pihaknya tidak tahu secara pasti nama masing-masing provider yang terdampak dari pengerjaan proyek dengan nilai jumbo tersebut.

Namun yang pasti, pemerintah menghendaki kabel milik perushaan telekomunikasi itu ditempatkan di bawah tanah.

Kondisi tersebut menjadi hambatan tersendiri bagi pekerjanya dalam pelaksanaan proyek yang bersumber dari APBD tersebut.

”Kalau ada tiang, kami masih harus menggali dan menyesuaikan utilitas. Itu juga yang terkadang menunda pengerjaan karena masih harus izin pihak terkait,” ujarnya Minggu (18/10).

Ismail mengeklaim progres proyek yang dikerjakan sesuai dengan target. Namun, dia tak membeberkan secara detail tentang capaian proyek.

Dia juga mengakui, kondisi cuaca, terutama kalau hujan, berpotensi menghambat pekerjaan.

Untuk mengantisipasi keterlambatan saat musim hujan, pihaknya akan mempercepat proses penggalian dan pemasangan drainase.

”Kami targetnya 30 Desember 2026 sudah harus tuntas.” terangnya.

Untuk diketahui, proyek drainase di Jalan KH Kholil dikerjakan dengan dana APBD 2026 sebesar Rp 4,53 miliar.

Masa pelaksanaannya 140 hari sejak September hingga Desember 2026.

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUPR Bangkalan Guntur Setiadi memilih bungkam saat dikonfirmasi soal pengerjaan proyek itu.

Saat dihubungi koran ini, yang bersangkutan tidak memberikan respons. (ina/jup)

Editor : Hera Marylia
perushaan telekomunikasi Terdampak provider Proyek Drainase pengerjaan proyek