Desa Terdampak Kekeringan Bertambah, Kecamatan Labang Mulai Ajukan Permintaan Air Bersih

Hera Marylia • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:22 WIB
TERDAMPAK KEKERINGAN: Warga Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan, tengah mengantre air bersih Selasa (13/10). (BPBD BANGKALAN UNTUK JPRM)
TERDAMPAK KEKERINGAN: Warga Desa Durjan, Kecamatan Kokop, Bangkalan, tengah mengantre air bersih Selasa (13/10). (BPBD BANGKALAN UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Krisis air bersih akibat kekeringan di Bangkalan kian meluas.

Hingga kini, sebanyak 57 desa telah mengajukan permintaan bantuan air bersih. Di tengah keterbatasan armada, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan terus menggenjot pendistribusian air ke wilayah terdampak.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan Arif Rahman Surya Atmaja menyampaikan, pendistribusian air bersih masih dilakukan dengan skema awal, yakni dua tangki setiap hari.

Selain itu, BPBD mendapat bantuan dari sejumlah instansi lain yang turut menyalurkan air bersih ke desa-desa terdampak.

”Droping yang dilakukan BPBD masih sama dengan skema awal, tapi kami juga dibantu oleh beberapa instansi,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Yayak itu mengatakan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga November mendatang.

Sementara itu, peralihan musim diprediksi mulai terjadi pada pertengahan bulan depan.

Karena itu, pendistribusian air bersih akan terus dilakukan sesuai dengan permintaan masing-masing desa.

Pemenuhan kebutuhan air warga juga dibagi dengan instansi lain yang turut membantu penyaluran.

”Prediksinya kemarau ini berlangsung hingga November, dan pertengahan bulan depan sudah masuk peralihan musim,” sambungnya.

Yayak menambahkan, jumlah desa yang mengajukan bantuan air bersih terus bertambah. Salah satu perkembangan terbaru terjadi di Kecamatan Labang.

Sejumlah desa di wilayah tersebut mulai mengajukan permintaan air bersih, meski dalam beberapa tahun sebelumnya tidak pernah melakukannya selama musim kemarau.

”Kecamatan Labang dalam beberapa tahun terakhir tidak pernah mengajukan permintaan air bersih dan baru kali ini,” pungkasnya. (za/han)

Editor : Hera Marylia
permintaan air bersih desa terdampak bertambah kekeringan Kecamatan Labang