Diplomatic Visit and Academic Dialogue, Konjen AS Berkunjung ke UTM

Hera Marylia • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:24 WIB
SINERGITAS: Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni UTM Surokim memberikan kenang-kenangan kepada Konjen AS Christopher R. Green, Selasa (6/10). (UTM UNTUK JPRM)
SINERGITAS: Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni UTM Surokim memberikan kenang-kenangan kepada Konjen AS Christopher R. Green, Selasa (6/10). (UTM UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Langkah diplomasi internasional kembali diukir di Bumi Garam.

Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menerima kunjungan kerja jajaran Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya dalam ajang bertajuk Diplomatic Visit and Academic Dialogue, Selasa ((6/10).

Momentum tersebut bukan hanya sebatas pertemuan formal antarelite lembaga, melainkan bentuk nyata ikhtiar memperkuat jejaring pendidikan tinggi Madura di kancah global.

Melalui agenda itu diharapkan mampu membuka pintu kolaborasi yang lebih luas bagi sivitas akademika UTM di masa depan.

Rombongan Diplomatik Paman Sam tersebut dipimpin langsung oleh Konjen Amerika Serikat di Surabaya, Christopher R. Green.

Baca Juga: Fakultas Pertanian UTM Luncurkan 3 Prodi Magister, Prof. Safi’ Dorong Segera Dirikan Program Doktor

Kehadiran diplomat kawakan tersebut menjadi penanda pentingnya peran perguruan tinggi negeri di Madura dalam peta kemitraan internasional.

Sejumlah pejabat utama Konjen AS turut mendampingi kunjungan diplomatik itu.

Tampak hadir Pejabat Politik dan Ekonomi Luther Gove, Kepala Humas Courtney J. Woods, Asisten Politik dan Ekonomi Catur Wahyudi, serta Koordinator Humas Yoana Kristiawati.

Kedatangan para tamu mancanegara itu disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan sivitas akademika UTM. Rangkaian kegiatan terbagi dalam dua sesi.

Pertemuan terbatas di Ruang 501 Lantai 5 Gedung Graha Utama, serta dialog akademik terbuka di Aula Syaikhona Muhammad Kholil Lantai 10.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni UTM Surokim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan diplomasi tersebut.

Pihaknya menyambut terbuka kehadiran delegasi AS sebagai sinyal positif bagi iklim pendidikan di Madura.

Baca Juga: Honda Pertahankan Desain Civic Type R, tetapi Model 2027 Mendapat Grille Lebih Besar

”Terima kasih sudah berkenan datang ke UTM. Kami berharap kunjungan ini tidak menjadi yang pertama dan terakhir, tetapi dapat dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi kedua pihak,” tuturnya.

Mantan dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) UTM itu menegaskan, UTM memegang posisi geopolitik yang amat vital sebagai gerbang utama untuk mengenal Madura.

BERBAGI PENGALAMAN: Konjen AS Christopher R. Green saat memberikan pemaparan di hadapan sivitas akademika UTM. (UTM UNTUK JPRM)
BERBAGI PENGALAMAN: Konjen AS Christopher R. Green saat memberikan pemaparan di hadapan sivitas akademika UTM. (UTM UNTUK JPRM)

Karena itu, konektivitas global menjadi keniscayaan untuk memperluas kontribusi kampus dalam aspek tridarma perguruan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

”UTM merupakan halaman depan Madura. Wajah Madura ke depan sangat bergantung pada perkembangan dunia, salah satunya melalui peran perguruan tinggi,” sambungnya.

Perkembangan UTM beberapa tahun terakhir memang terbilang pesat.

Saat ini, kampus yang berdiri di Kota Dzikir dan Salawat tersebut menampung sekitar 23 ribu mahasiswa dari berbagai pelosok Nusantara, termasuk deretan mahasiswa internasional dari beberapa negara.

Konjen AS Christopher R. Green mengapresiasi keramahan penyambutan dari keluarga besar UTM.

Baca Juga: Tiga Nama Lolos Penjaringan Pilrek UTM, Senat Tetapkan Prof Safi’, Abdur Rohman, dan Kukuh Winarso

Menurutnya, dialog tatap muka dengan civitas academica adalah fondasi krusial dalam merawat people to people relations antara warga Amerika Serikat dan Indonesia.

”Dialog seperti ini sangat penting untuk saling memahami, berbagi pengalaman, serta memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara,” pungkasnya.

Melalui Diplomatic Visit and Academic Dialogue itu, UTM kembali menegaskan komitmennya untuk berdiri sejajar dalam arus globalisasi.

Sinergi tersebut diharapkan menjadi batu pijakan awal lahirnya program-program kolaboratif demi mencetak generasi muda Madura yang berdaya saing internasional. (za)

Editor : Hera Marylia
Diplomatic Visit and Academic Dialogue Konjen AS diplomasi internasional utm kolaborasi