BANGKALAN, RadarMadura.id – Fakultas Pertanian Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menggelar kuliah umum dalam rangka dies natalis ke-45 sekaligus meluncurkan tiga program magister.
Ketiganya yakni Magister Ilmu Kelautan, Magister Agribisnis, dan Magister Agroekoteknologi.
Kegiatan yang mengusung tema ”Strategi Akselerasi Kedaulatan Pangan Indonesia” tersebut digelar di Aula Syaichona Muhammad Cholil, Lantai 10 Gedung Rektorat UTM.
Acara itu menghadirkan Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan Dr. Ir. Sugeng Santoso.
Baca Juga: Apple Pasang Rem untuk Agen AI di Mac, Izin Full Disk Access Akan Dibuat Lebih Eksplisit
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ mengatakan, Fakultas Pertanian telah berdiri sejak kampus tersebut masih berstatus perguruan tinggi swasta dengan nama Universitas Bangkalan (Unibang).
Tidak mengherankan ketika UTM kini menginjak usia 25 tahun, Fakultas Pertanian justru telah memasuki usia hampir setengah abad.
”Saya ucapkan selamat. Semoga Fakultas Pertanian semakin maju, berkembang, serta membawa manfaat besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Mantan dekan Fakultas Hukum itu mendorong Fakultas Pertanian agar tidak cepat berpuas diri.
Dengan potensi sumber daya manusia (SDM) yang melimpah, termasuk keberadaan sembilan guru besar dan sejumlah kandidat profesor, dia mendorong percepatan pendirian program doktor (S-3) di lingkungan Fakultas Pertanian.
Safi’ menekankan, perguruan tinggi tidak boleh sekadar menjadi menara gading yang berjarak dari realitas sosial.
Baca Juga: HONOR Pad X7b Resmi Muncul di Situs Global, Layar 9,7 Inci Dipadukan Baterai 8.000 mAh
Karya perguruan tinggi harus dirasakan secara langsung oleh masyarakat, baik dalam skala lokal, nasional, maupun global.
Dorongan tersebut sejalan dengan capaian pemeringkatan UTM yang terus meningkat.
Saat ini, UTM berhasil menembus peringkat ke-41 secara nasional dan masuk dalam jajaran 2.001 perguruan tinggi terbaik dunia.
”Raihan ini menjadi modal berharga. Pencapaian ini harus terus kita tingkatkan bersama,” harapnya.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Maritim Kementerian Koordinator Bidang Pangan Dr. Ir. Sugeng Santoso menyampaikan bahwa perguruan tinggi diharapkan berkontribusi terhadap transformasi ekonomi berbasis inovasi dan produktivitas.
Kampus harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
”Setiap kegiatan tridarma perguruan tinggi harus bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga: QCY Crossky C70 Gebrak Pasar Tiongkok, TWS Clip-On Harga Rp900 Ribuan Punya Dual-Driver dan Codec LD
Perguruan tinggi juga dapat berkontribusi terhadap target pembangunan nasional, termasuk pembangunan di bidang pangan dan ketahanan pangan.
Menurutnya, Pulau Madura memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor pangan dan UTM harus mengambil peran dalam pengembangan tersebut.
”Sinergi dan kolaborasinya harus diukur, seberapa besar dampaknya bagi masyarakat,” pungkasnya. (za/han)
Editor : Hera Marylia