BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemerintah merehabilitasi drainase di sepanjang Jalan KH Moh. Kholil Bangkalan dengan pemasangan u-ditch baru.
Anggaran yang digelontorkan cukup fantastis, yakni mencapai Rp 4,5 miliar.
Aktivitas pengerjaan proyek yang digarap PT Bar Dwi Selaras tersebut sangat mengganggu kenyamanan pengendara yang melintas di ruas jalan protokol tersebut.
Sebab, material u-ditch yang belum dipasang, ditempatkan di badan jalan. Sehingga mempersempit jalan poros kota.
Wati, seorang pengendara menyatakan, rehabilitasi saluran memang dibutuhkan untuk menormaliasi aliran air.
Sehingga, mengurangi potensi terjadinya genangan saat musim hujan.
Namun masalahnya, pengerjaan proyek yang berlangsung sejak awal September tersebut mengganggu aksesbilitas pengguna jalan.
”Karena bahan u-ditch yang belum dipasang ditaruh di pinggir jalan. Ini meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas, karena jalannya makin sempit,” katanya.
Nandar, seorang pelaksana lapangan, mengeklaim pemasangan u-ditch telah mencapai 300 meter.
Pemasangan bahan pabrikasi itu menemukan beberapa kendala.
Antara lain, adanya kabel dan tiang yang berada berada di sekitar jalur saluran. Sehingga, pekerja harus lebih berhati-hati.
”Ada beberapa tiang yang posisinya tepat di area u-ditch. Saat pengerukan menggunakan ekskavator, kadang juga ada kabel yang tersangkut,” katanya Rabu (30/9).
Nandar tidak menampik proyek yang digarap menghambat kelancaran lalu lintas.
Apalagi u-ditch yang belum dipasang dibiarkan berada di badan jalan.
Namun, pihaknya berjanji menata ulang peletakan u-ditch yang belum terpasang. ”Iya, akan saya atur ulang,” katanya.
Kabid PU Bina Dinas PUPR Bangkalan Marga Guntur Setiadi mengaku telah meminta pelaksana untuk mempercepat pengerjaan.
Salah satu langkah yang dilakukan yaitu mengawal koordinasi dengan provider yang memiliki jaringan di lokasi proyek.
Langkah itu diharapkan mengurangi kendala selama pengerjaan yang dihadapi pelaksana. Dengan begitu, proyek berjalan sesuai target.
”Terima kasih atas informasinya. Besok masih mau kami rapatkan lagi bersama provider,” terang Guntur. (ina/jup)
Editor : Hera Marylia