BANGKALAN, RadarMadura.id – Bursa kepemimpinan Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) periode 2026–2030 dikocok ulang.
Senat telah menetapkan lima kontestan yang telah dinyatakan lolos verifikasi berkas administrasi.
Penetapan lima bakal calon rektor (bacarek) itu tertuang dalam rapat senat yang digelar Rabu (2/9).
Lalu, penyelenggaraan seleksi pilrek tersebut berlanjut pada tahap pengundian nomor urut peserta yang difasilitasi panitia pemilihan rektor (pilrek).
Ketua Panitia Pilrek UTM Agung Setyawan menyatakan, penetapan kontestan dilakukan pasca seluruh dokumen pendaftaran diteliti secara komprehensif. Hasil kandidat yang mendaftar telah dinyatakan memenuhi syarat administrasi.
Baca Juga: Laga Ekshibisi Bahlil Mini Soccer Zona 9 Penuh Persahabatan, Sengit di Babak Penyisihan
”Seluruh tahapan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Lima kontestan yang ditetapkan sebagai bacarek UTM periode 2026–2030 yaitu Dr. Erma Rusdiana, S.H., M.H. Kemudian Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H.; Dr. Weny Findiastuti, S.T., M.T.; Prof. Dr. Kukuh Winarso, S.Si., M.T.; dan Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I.
Setelah penetapan dan pengambilan nomor urut, pertarungan gagasan para kontestan dilaksanakan Selasa (29/9).
Yakni, melalui forum rapat terbuka senat dengan agenda penyampaian visi, misi, dan program kerja bacarek di hadapan anggota senat dan sivitas akademika.
Pasca agenda krusial itu, tahapan berikutnya adalan penjaringan. Tahap tersebut akan menentukan nama-nama calon rektor melalui rapat senat yang akan dilaksanakan secara tertutup pada Selasa (6/10).
Agung mengajak seluruh civitas academica UTM menyukseskan pesta demokrasi kampus dengan menjunjung integritas, profesionalisme, serta nilai-nilai akademik.
”Proses pemilihan diharapkan berlangsung tertib, transparan, dan bertanggung jawab sehingga melahirkan pemimpin yang mampu membawa UTM semakin maju di tingkat nasional maupun internasional,” urainya.
Agung menjelaskan, dalam rapat tertutup nantinya senat akan memilih tiga kandidat yang bakal dikirimkan ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Tujuannya, untuk dilakukan penelusuran rekam jejak.
Baca Juga: Masuk ke Kabin Jetour T2 i-DM, SUV PHEV Ini Tawarkan Interior Modern, Fitur Lengkap, dan RuangNyaman
Tahap pemilihan akan dilangsungkan antara Selasa (27/10)–Selasa (17/11). Sedangkan momentum yang paling krusial adalah pemungutan suara yang akan dilaksanakan Selasa (10/11).
Yang menjadi voters dalam pemilihan itu adalah senat dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek).
Setelah proses pemilihan tuntas, maka tahapan yang terakhir adalah penetapan dan pelantikan rektor terpilih yang akan dilaksanakan Senin (21/12).
Pengambilan sumpah dan janji jabatan rektor terpilih akan dipimpin langsung Kemendiktisaintek. (za/jup)
Editor : Hera Marylia