Pengelolaan Taman Mangrove Labuhan Terkendala Anggaran

Hera Marylia • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 08:22 WIB
BUTUH PENGEMBANGAN: Anggota Pokdarwis Payung Kuning mengecat jembatan di area Wisata Taman Mangrove Labuhan, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, Senin (28/9). (INA HERDIYANA/JPRM)
BUTUH PENGEMBANGAN: Anggota Pokdarwis Payung Kuning mengecat jembatan di area Wisata Taman Mangrove Labuhan, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, Senin (28/9). (INA HERDIYANA/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Upaya mempertahankan Wisata Mangrove Labuhan, Kecamatan Sepulu, Bangkalan, masih terbentur keterbatasan anggaran.

Kondisi itu membuat pengelola harus mengandalkan dukungan pihak luar untuk pengembangan fasilitas.

Sedangkan kebutuhan konservasi ekosistem pesisir terus berjalan.

Pengelola Wisata Mangrove Labuhan Moh. Sahril mengatakan, kebutuhan pengembangan tidak hanya menyangkut fasilitas wisata, tetapi juga konservasi.

Baca Juga: Hasil Ngamen untuk Miras, Judol, dan Sabu, Pengakuan Anjal saat Diamankan Satpol PP

Sejak 2019, pengelola menjalankan tiga konsep. Yakni, konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Konservasi dilakukan melalui penanaman mangrove, penyemaian cemara, pemeliharaan terumbu karang, budi daya lamun, dan perlindungan satwa.

Menurut Sahril, penanaman mangrove masih menghadapi kendala musim sehingga membutuhkan metode khusus agar tanaman beradaptasi.

Rehabilitasi terumbu karang dan budi daya lamun juga menjadi agenda yang ingin terus dilanjutkan.

”Dalam waktu dekat, prioritas kami konservasi lingkungan alam, bagaimana agar wisata ini bisa bertahan,” tuturnya Senin (28/9).

Keterbatasan anggaran juga berdampak pada pengembangan fasilitas.

Saat ini tersedia gazebo dengan kapasitas sekitar 80 orang yang digunakan untuk kegiatan masyarakat, organisasi, hingga perguruan tinggi.

Pengelola ingin menambah fasilitas tersebut apabila tersedia lahan dan anggaran.

Baca Juga: Guru Tewas Terlindas Truk, Pengendara PCX Lari Pasca Kejadian

Selama ini, dukungan justru datang dari pihak luar, yakni Pertamina, sebagai penyumbang utama.

Termasuk perguruan tinggi. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) misalnya, memberikan satu panel pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

Sahril berharap, dukungan Pemkab Bangkalan melalui dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) dapat diperkuat.

Selain pembinaan, pengelola berharap promosi dan bantuan wahana penunjang wisata lebih digencarkan.

”Mohon kepada disbudpar bantu promosikan kepada masyarakat. Juga kalau ada wahana yang menunjang daya tarik wisata, mungkin bisa didistribusikan,” harapnya.

Sementara itu, Kabid Destinasi Pariwisata Disbudpar Bangkalan Lailatun Nikmah menyatakan, Payung Kuning termasuk salah satu pokdarwis yang aktif.

"Diharapkan pokdarwis yang lain juga aktif sehingga bisa kami lakukan pembinaan dan wisatanya tetap hidup,” ujarnya. (ina/han)

Editor : Hera Marylia
pengembangan fasilitas Wisata Mangrove Labuhan rehabilitasi pokdarwis disbudpar