BANGKALAN, RadarMadura.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bangkalan kembali diterpa persoalan.
Sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kota Salak terpaksa di-suspend atau dihentikan beroperasi sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Penyebabnya beragam. Mulai dari kendala administrasi berupa virtual account (VA) yang tidak cair, ketiadaan ahli gizi, hingga dapur yang masih dalam proses renovasi.
Bahkan, terbaru ada yang diberhentikan karena persoalan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).
Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika membenarkan adanya pemberhentian sementara operasional di beberapa dapur tersebut.
Namun, pihak satgas belum bisa membeberkan angka pasti SPPG yang terkena imbas pembekuan sementara dengan dalih portal BGN belum bisa diakses.
”Ada yang di-suspend, tapi jumlah pastinya belum bisa kami sampaikan karena portal belum bisa diakses hari ini,” ujarnya.
Bambang menjelaskan, hingga kini pihaknya terus memantau perkembangan sembari menunggu akses ke layanan atau portal resmi BGN terbuka kembali.
Kemungkinan hari ini (kemarin, Red) layanan bisa diakses kembali oleh instansinya.
”Masih ada kegiatan BGN hari ini dan masih berlangsung, jadi portal belum bisa diakses. Mungkin besok bisa diakses lagi,” paparnya.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan itu menambahkan, dari temuan sementara, rata-rata dapur yang di-suspend terkendala kepemilikan SLHS.
Menariknya, persoalan legalitas lain, seperti sertifikasi koki justru belum tersentuh sanksi serupa.
Padahal, beberapa dapur diyakini belum memenuhi standar kepemilikan chef berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
”Untuk kepemilikan chef berlisensi BNSP belum ada yang di-suspend, padahal ada beberapa dapur yang belum mengantonginya,” tandasnya. (za/han)
Editor : Hera Marylia