BANGKALAN, RadarMadura.id – Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bangkalan kembali dibuat geram.
Akses Jembatan Suramadu yang seharusnya menjadi jalur bebas gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), justru marak anak jalanan (anjal).
Operasi penertiban yang intensif dilakukan aparat seolah tak pernah benar-benar membuat mereka jera.
Petugas penegak peraturan daerah (perda) tersebut berhasil menjaring lima anjal dari kawasan tersebut.
Baca Juga: Guru Tewas Terlindas Truk, Pengendara PCX Lari Pasca Kejadian
Empat orang diamankan pada Selasa (22/9), sementara satu orang sisanya diciduk saat petugas menyisir lokasi pada Kamis (24/9).
Sebagian besar wajah yang diamankan merupakan orang lama yang sudah berulang kali ditertibkan.
Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Trantibum) Satpol PP Bangkalan Ariek Moien menegaskan, instansinya tidak pernah tinggal diam merespons keresahan masyarakat.
Patroli berkala hingga penyisiran terus digencarkan untuk mengikis keberadaan para gelandangan dan pengamen tersebut.
”Ada lima anjal yang berhasil kami amankan pekan ini. Muka-muka lama semua, mereka ini memang sudah sering kali kami amankan,” ungkapnya.
Namun, di balik aksi mengamen yang kerap berkedok belas kasihan di jalanan, terkuak kebiasaan kelam kehidupan para anjal tersebut.
Baca Juga: Gaji Dua ASN Terseret Tipikor Dipotong Separo
Dari hasil pemeriksaan, uang hasil mengemis dan mengamen di jalanan ternyata tidak digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok atau bertahan hidup secara wajar.
Para anjal tersebut secara gamblang mengakui bahwa lembaran rupiah yang mereka dapatkan dari hasil mengamen kerap dihabiskan untuk pesta minuman keras (miras).
Tak berhenti di situ, uang tersebut juga digunakan untuk bermain judi online (judol) yang kini kian marak menggerogoti kaum muda.
”Mereka mengakui jika uang hasil mengamen itu dibuat beli miras dan judol,” katanya.
Tidak berhenti di situ, pengakuan yang paling mengejutkan sekaligus memprihatinkan adalah penggunaan uang tersebut untuk membeli barang haram jenis sabu-sabu.
Ironisnya lagi, kehidupan liar di jalanan juga menyeret mereka ke dalam pergaulan bebas dan tindakan asusila berupa hubungan intim sesama anjal di tempat yang biasanya mereka jadikan markas atau tempat singgah sementara.
”Di lokasi penertiban, petugas kami menemukan barang bukti berupa alat isap sabu atau bong buatan, serta beberapa jenis obat-obatan terlarang,” paparnya penuh prihatin.
Melihat kondisi tersebut, Satpol PP Bangkalan meminta peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga: KMP Dharma Kartika Dianggap Tak Representatif, Warga Kepulauan Minta Pengelola Lakukan Pergantian
Warga diimbau untuk segera melapor jika melihat keberadaan anjal yang beroperasi di titik-titik lampu merah.
Seperti di kawasan perempatan Petapan yang selama ini ditengarai menjadi pangkalan utama para anjal.
Ariek juga mengimbau keras agar para pengguna jalan menghentikan kebiasaan memberi uang tunai kepada para pengamen dan anjal.
Kedermawanan yang tidak pada tempatnya justru menjadi faktor utama yang membiayai gaya hidup merusak para anjal di akses Suramadu.
”Kami meminta dengan sangat agar masyarakat tidak lagi memberikan uang kepada anjal, khususnya yang beraksi di sepanjang akses Jembatan Suramadu,” imbaunya. (za/han)
Editor : Hera Marylia