BANGKALAN, RadarMadura.id – Nasib nahas menimpa Hanif Fadlli, 38. Guru UPTD SDN Lergunung 1 asal Jalan KH Moh. Kholil, Kelurahan Demangan, Bangkalan, itu meregang nyawa di Jalan Raya Lajing, Kecamatan Arosbaya, Senin (28/9).
Korban mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian usai terlibat kecelakaan beruntun yang melibatkan dua sepeda motor dan satu unit dump truck tronton.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM), insiden maut tersebut terjadi sekitar pukul 06.30.
Peristiwa bermula saat Hanif yang mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi M 5435 H melintas di tempat kejadian perkara (TKP).
Dari arah berlawanan, melaju sepeda motor Honda PCX nopol M 4314 HN yang hingga kini belum diketahui identitas pengendaranya.
Baca Juga: Pastikan Layanan Kesehatan Berjalan Optimal, Wabup Fauzan Monev di Puskesmas Tanah Merah
Ruang jalan yang sempit membuat benturan tidak terhindarkan.
Kedua kendaraan beroda dua itu terlibat bersenggolan cukup keras.
Nahas, benturan tersebut membuat korban Hanif kehilangan kendali hingga terjatuh ke sisi kanan jalan.
Di saat bersamaan, melaju dump truck tronton Hino M 8943 HB yang dikemudikan Andi Feri Frastia, 38, warga Dusun Bunleber, Desa Tanagurah Timur, Kecamatan Sepulu.
Pengendara sepeda motor jatuh sangat dekat dengan bagian samping truk.
Pria yang berprofesi sebagai tenaga pendidik itu jatuh tepat di depan roda belakang sebelah kanan truk bongsor tersebut hingga terlindas.
Akibat kecelakaan itu, membuat pahlawan tanpa tanda jasa itu meregang nyawa di lokasi kejadian.
Sementara itu, pengendara Honda PCX yang terlibat kecelakaan itu dikabarkan langsung meninggalkan lokasi pasca kejadian.
Baca Juga: BMW 3 Series G50 Segera Buka Selubung September 2026, M350 xDrive 443 PS Siap Tampil
Pengendara tersebut diduga mengalami sakit atau luka ringan, namun memilih meninggalkan lokasi pasca kecelakaan teesebut.
”Pengendara Honda PCX belum diketahui identitasnya karena meninggalkan lokasi pasca kejadian,” ungkap informan yang enggan disebutkan namanya.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama memilih irit bicara saat dikonfirmasi koran ini.
Dia beralasan belum mendapatkan identitas para pihak yang terlibat kecelakaan tersebut.
”Kami belum mendapatkan identitas para korban, saat ini perkara ini ditangani oleh unit Gakkum Polres Bangkalan,” tandasnya. (za/han)
Editor : Hera Marylia