BANGKALAN, RadarMadura.id – Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far kembali melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di puskesmas Senin (28/9).
Kali ini giliran Puskesmas Tanah Merah yang dikunjungi orang nomor dua di Bangkalan tersebut.
Kedatangan Fauzan juga untuk memantau pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis (PKG).
Dia juga menyempatkan waktu untuk berdialog secara langsung dengan warga masyarakat yang di fasilitas kesehatan (faskes) itu
Fauzan menyatakan, monev dan pendampingan yang dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapat pelayanan kesehatan yang responsif, cepat, dan berkualitas.
Baca Juga: Dari Pancasila hingga Bhinneka Tunggal Ika, Pemuda Diajak Rawat Fondasi Bangsa
Karena itu, pihaknya menyempatkan waktu berinteraksi langsung dengan masyarakat.
”Kami ingin memastikan masyarakat telah mendapat layanan kesehatan sesuai yang diinginkan,” ujarnya.
Mantan ketua KPU Bangkalan itu menekankan pentingnya peningkatan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat.
Sebab, pelayanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi dengan baik oleh pemerintah.
Sementara monev secara berkala yang dilakukan dapat mengatasi persoalan berbagai yang timbul di bidang pelayanan.
”Dengan monev ini, pemerintah dapat mengetahui kebutuhan dan kendala yang ada di setiap puskesmas. Maka, penyempurnaan yang dilakukan menjadi lebih terukur dan terarah,” kata.
Fauzan menambahkan, puskesmas memiliki peran vital dalam pelayanan kesehatan. Sebab, puskesmas bukan sekadar tempat pengobatan.
Baca Juga: Kinerja Polisi Dinilai LambanDalam Penanganan Kasus Pembunuhan Sekdis PRKP Bangkalan
Tetapi, puskesmas juga memiliki fungsi promotif dan preventif di wilayah kerjanya masing-masing.
”Jadi salah satu peran krusial dari puskesmas adalah memastikan kesehatan masyarakat dan melakukan pencegahan penyakit. Baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular,” sambungnya.
Pemenuhan layanan kesehatan yang optimal menjadi salah satu fokus Pemkab Bangkalan.
Salah satunya, dengan pemerintah mempertahankan program universal health coverage (UHC).
Meskipun, biaya yang harus digelontorkan untuk pelaksanaan program itu cukup besar. Yakni, mencapai puluhan miliar.
”Tidak ada masalah dengan besaran anggaran yang harus dikeluarkan untuk program UHC, yang terpenting memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia