BANGKALAN, RadarMadura.id – Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Pelajar Bangkalan (O2PB) telah tuntas dilaksanakan, Minggu (6/9).
Namun, penyelenggaraan ajang olahraga tersebut masih menyisakan persoalan, terutama terkait pengelolaan dan penyelesaian keuangan kegiatan.
Sumber koran ini menyatakan, terdapat sejumlah persoalan dalam kegiatan tersebut. Salah satunya menyangkut transparansi pengadaan.
Dia mengungkapkan, sejumlah pengadaan tidak disertai nota atau bukti transaksi yang memadai.
Selain itu, laporan keuangan yang dibuat dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan dengan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Bukti Penggugat Diragukan, Turut Tergugat Bakal Ajukan Rekonvensi atas Perkara BNI
Persoalan lainnya juga menyangkut hak sejumlah cabang olahraga (cabor) juga belum terselesaikan.
Kemudian, pembayaran panitia masih ada yang belum tuntas. Termasuk uang pembinaan bagi peraih juara umum tingkat SD hingga SMA.
”Hingga kini, uang untuk pemenang belum dicairkan. Hak atlet berupa sertifikat juga belum selesai pada beberapa cabor,” ujarnya.
Terdapat sejumlah cabor yang dipertandingkan dalam dalam O2PB 2026.
Di antaranya voli, polo air, renang, atletik, taekwondo, karate, basket, jemparingan, mini soccer, tenis meja, catur, dan bulu tangkis.
”Secara keseluruhan ada sekitar 15 cabor yang terlibat dalam O2PB itu,” terangnya.
Saat dikonfirmasi, Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Bangkalan Tya membenarkan hal tersebut.
Cabornya menjadi salah satu terdampak dari ketidakterbukaan keuangan event organizer (EO) O2PB.
Dia berharap, EO mengedepankan transparansi keuangan. Terutama terkait penggunaan dan pelaporan keuangan O2PB.
Baca Juga: Emosi Bunyi Sound System Ganggu Tidur Anak, Alasan Tersangka Dullo Tega Bacok Mertua Tiri
Sudah sebulan tidak ada kejelasan. Sertifikat bagi pemenang juga belum selesai.
Dia menegaskan, persoalan tersebut diharapkan tidak berlarut-larut.
Penyelesaian secara terbuka dinilai penting agar persoalan tidak semakin meluas dan tidak terulang pada pelaksanaan kegiatan olahraga pelajar berikutnya.
”Kami berharap ada iktikad baik dari pihak leader O2PB untuk menyelesaikan beberapa tanggungan yang belum terselesaikan. Pelaporan keuangan juga harus sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dispora Bangkalan Moawi Arifin mengaku akan melakukan mediasi terhadap pihak-pihat terkait hari ini (24/9). Terutama, mereka yang turut andil dalam penyelenggraaan ajang O2PB.
”Kami akan mediasi dulu besok (hari ini, Red) biar masalah itu cepat terselesaikan,” tegasnya. (ina/jup)
Editor : Hera Marylia