Pemenuhan Air Bersih saat Musim Kemarau Jadi Perhatian Pemkab

Hera Marylia • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 11:27 WIB
KEMARAU: Bupati Bangkalan Lukman Hakim meninjau mata air di Desa Mandung, Kecamatan Kokop, Senin (21/9). (SETKAB BANGKALAN UNTUK JPRM)
KEMARAU: Bupati Bangkalan Lukman Hakim meninjau mata air di Desa Mandung, Kecamatan Kokop, Senin (21/9). (SETKAB BANGKALAN UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kekeringan akibat kemarau dirasakan masyarakat di beberapa wilayah di Kabupaten Bangkalan.

Kondisi tersebut direspons langsung oleh Bupati Bangkalan Lukman Hakim.

Orang nomor wahid di Bangkalan itu mengunjungi daerah yang dinilai memiliki potensi sumber mata air, Senin (21/9). Yakni, di Desa Mandung, Kecamatan Kokop.

Potensi itu diharapkan bisa memenuhi ketersediaan air, khususnya di daerah yang selama ini terdampak kekeringan saat musim kemarau.

Lukman menyatakan, pemenuhan air bersih saat kemarau menjadi perhatian serius pemerintah.

Oleh karena itu, sumber mata air menjadi aset yang harus dijaga keberlanjutannya demi kemaslahatan masyarakat.

”Bagi kami bukan hanya bagaimana airnya bisa dimanfaatkan. Tetapi, bagaimana sumbernya tetap terpelihara, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dia menyebut pengelolaan sumber daya air membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.

Perlindungan kawasan sekitar mata air dinilai penting untuk menjaga kualitas dan ketersediaan air.

Namun, meningkatnya kebutuhan air saat kemarau juga menuntut langkah yang lebih konkret.

Mata air tidak cukup hanya ditinjau, tetapi juga perlu mendapat pemantauan debit dan kualitas air. 

Selain itu, butuh perlindungan kawasan sehingga tidak kehilangan fungsinya dalam jangka panjang.

Karena itu, Lukman mengajak masyarakat ikut menjaga sumber air.

Menurut dia, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur. 

Namun, juga dari kemampuan menjaga sumber daya alam sebagai penopang kehidupan.

”Kalau sumber air kita jaga hari ini, insyaallah manfaatnya bisa dirasakan oleh generasi berikutnya,” pungkasnya. (ina/jup)

Editor : Hera Marylia
terdampak kekeringan pemenuhan air bersih kemarau mata air kebutuhan air