Bupati Lukman Dorong Penguatan Kolaborasi, Dalam Mempercepat Pengentasan Stunting

Hera Marylia • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 07:33 WIB
PERKUAT SINERGI: Bupati Bangkalan Lukman Hakim memimpin rakor penurunan angka stunting di ruang kerjanya Selasa (22/9). (PROKOPIM UNTUK JPRM)
PERKUAT SINERGI: Bupati Bangkalan Lukman Hakim memimpin rakor penurunan angka stunting di ruang kerjanya Selasa (22/9). (PROKOPIM UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Upaya percepatan penurunan prevalensi stunting harus dilakukan secara kolektif.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat memimpin rapat koordinasi (rakor) penurunan angka stunting Selasa (22/9).

Mantan Kades Katol Barat itu menyatakan, percepatan penurunan angka stunting tidak dapat dilakukan oleh satu organisasi perangkat daerah (OPD).

Oleh karena itu, Lukman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

”Mulai dari OPD, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan dan desa, serta berbagai pihak terkait,” ujarnya.

Lukman menyatakan, penanganan stunting membutuhkan langkah terpadu dan terintegrasi, mulai dari pencegahan hingga intervensi terhadap anak yang mengalami masalah pertumbuhan.

Dia meminta agar program penurunan stunting dilaksanakan secara tepat sasaran dan berbasis data.

”Seperti melakukan pemantauan terhadap ibu hamil, bayi, balita, serta keluarga yang memiliki risiko stunting perlu dilakukan secara berkelanjutan agar intervensi dapat diberikan sedini mungkin,” imbuhnya.

Dia menambahkan, penurunan angka stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Karena itu, sinergi dan koordinasi harus terus diperkuat.

Pihaknya mendorong setiap perangkat daerah dan pemangku kepentingan harus memiliki langkah konkret dalam mendukung target penurunan stunting di Bangkalan.

Dengan koordinasi yang semakin kuat, Pemkab Bangkalan berharap upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif.

Misalnya, dengan melakukan intervensi guna peningkatan kualitas gizi anak. Kemudian, memenuhi prasarana sanitasi yang layak bagi keluarga tidak mampu.

”Serta memberikan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi Bangkalan yang sehat dan berkualitas,” katanya. (jup)

Editor : Hera Marylia
penanganan stunting penurunan angka stunting peningkatan kualitas gizi kolaborasi lintas sektor stunting