Imelda Gihan, Duta Kampus STKIP PGRI Bangkalan, Ikhtiar dan Ikhlas Membawanya Tampil di Layar TV

Hera Marylia • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 14:31 WIB
MULTITALENTA: Imelda Gihan memegang piala dan trofi Winner Duta Putri Kampus STKIP PGRI Bangkalan pada Jumat (29/5). (SULISTIAWATI UNTUK JPRM)
MULTITALENTA: Imelda Gihan memegang piala dan trofi Winner Duta Putri Kampus STKIP PGRI Bangkalan pada Jumat (29/5). (SULISTIAWATI UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Imelda gemar menyanyi sejak usia taman kanak-kanak (TK).

Bakat itu terus tumbuh saat dirinya menempuh pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah, Jangkebuan, Bangkalan, selama enam tahun. Tepatnya sejak MTs hingga MA.

Di lingkungan ponpes itu, dia tidak hanya mendapat bekal ilmu keagamaan.

Namun, juga menemukan ruang untuk mengembangkan banyak keterampilan. Termasuk menyanyi dan qiraah.

Kesempatan tampil di depan publik datang ketika Imelda duduk di kelas VIII MTs.

Baca Juga: 178 Mahasiswa Poltera Ikuti Wisuda XII, Sebagian Diterima Kerja sebelum Lulus

Saat itu dia dipercaya menyanyi dalam acara Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Grand City Mall Surabaya pada 2022. 

Latar belakang sebagai santriwati membuat selawat menjadi pilihan pertama yang dibawakannya.

Dari panggung itu, langkah Imelda mulai meluas. Tawaran menjadi model dan MC (master of ceremony) juga berdatangan.

Dia tidak banyak memilih. Hampir setiap kesempatan baru dicobanya.

"Dari situ tidak menyangka banyak yang menawarkan keterampilan-keterampilan yang lain," ucapnya.

Bagi mahasiswi semester III Prodi Pendidikan Olahraga STKIP PGRI Bangkalan itu, beradaptasi dengan lingkungan baru menjadi cara untuk melatih mental dan memperluas wawasan serta menambah pengalaman.

"Kalau sering ketemu orang baru, relasi bertambah. Kalau ada masalah, kita tidak langsung down. Walaupun berada di titik terendah, harus tetap ikhlas," ujarnya.

Perjalanan itu tentu tidak selalu mulus. Ada masa ketika Imelda merasa diremehkan dan kehilangan kepercayaan diri.

Dia pernah tampil dalam kondisi hujan, tetapi bayaran yang diterima tidak sesuai dengan harapan.

Baca Juga: STKIP PGRI Bangkalan Cetak Lulusan Adaptif, Siap Mengisi Segala Lini

Bahkan, dia pernah tidak dibayar setelah tampil. Pengalaman lain yang tak kalah berat ketika dirinya dituduh mengambil uang saweran.

"Ngenes rasanya, saat excited, tapi malah mendapat perlakuan yang kurang etis. Tapi, setelah melewati itu, Allah selalu kasih kejutan luar biasa," katanya.

Alih-alih berhenti, pengalaman itu justru menjadi bagian dari proses yang membentuk mentalnya.

Sang ibu, Sulistiawati, terus mengingatkan agar putrinya tidak melihat kegagalan sebagai akhir perjalanan.

Dukungan ayahnya, Sugiharto, serta keluarga besar juga menjadi pegangan.

"Ibu selalu bilang, tidak apa-apa. Itu sebuah proses yang harus dilewati," tutur Imelda.

BERBAKAT: Imelda Gihan saat diundang menyanyi di MNCTV dalam ajang KDI-DMD pada Senin (13/7). (SULISTIAWATI UNTUK JPRM)
BERBAKAT: Imelda Gihan saat diundang menyanyi di MNCTV dalam ajang KDI-DMD pada Senin (13/7). (SULISTIAWATI UNTUK JPRM)

Selama di ponpes, Imelda aktif di OSIS. Dia juga bergabung dengan komunitas seni, musik, dan sanggar.

Di kampus, dia juga aktif di PMII, IMA, Racana Jokotole, dan kegiatan olahraga.

Hingga akhirnya, dunia pendidikan dan seni berjalan beriringan. Di bidang nonakademik, Imelda pernah terlibat dalam berbagai kegiatan seni, modeling, MC, dan Paskibraka.

Baca Juga: Revitalisasi SDN Martajasah Minim Pengawasan, Pengawas Jarang Berada di Lokasi Pengerjaan

Salah satu pencapaian yang membuatnya semakin percaya diri yaitu ketika berhasil menjadi winner duta kampus.

Tidak lama setelah pencapaian tersebut, kejutan lain datang. Dia mendapat telepon dari MNCTV untuk memenuhi undangan tampil menyanyi di stasiun televisi nasional itu.

Kesempatan tersebut terasa seperti jawaban setelah berbagai pengalaman yang pernah membuatnya hampir menyerah.

"Saya tidak menyangka bisa menjadi winner duta kampus. Alhamdulillah, disyukuri dan dijalani. Sekitar dua minggu kemudian, saya mendapat telepon dari MNCTV untuk diundang menyanyi. Mungkin karena sebelumnya saya pernah ikut kontes KDI-DMD di Mojokerto," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Kini selain mengembangkan kemampuan bernyanyi dan aktif di kampus, Imelda mulai menapaki dunia seni peran.

Dia bermain film pendek Madura berjudul Napet Dhadha 3 yang diproduksi Akeloy Production dan baru rilis pada Minggu (20/9). Dalam film itu dia berperan sebagai Sainab, istri pertama.

Imelda menyampaikan, selain orang tua, yang menjadi inspirasinya selama ini adalah Neng Dian Sadida, putri pengasuh ponpesnya.

"Beliaulah yang banyak membuka pemikirannya selama di pondok untuk berani mencoba," ungkapnya.

Karena itu, dia ingin membuktikan bahwa latar belakang sebagai santriwati bukan alasan untuk membatasi mimpi.

Baca Juga: PGRI POWER Resmi Diluncurkan Ribuan Guru Disiapkan Kuasai Koding dan AI

"Tunjukkan bahwa keterampilam personal mampu mempertegas kualitas diri," tegasnya.

Kepada generasi muda Bangkalan, Imelda berpesan agar tidak mudah minder hanya karena berasal dari daerah atau memiliki keterbatasan. Kegagalan bukan alasan untuk berhenti mencoba.

"Kalau gagal, coba lagi. Gagal, coba lagi. Kita masih punya perjalanan panjang. Sebagai perempuan, kita harus bisa menjadi perempuan yang hebat, berkualitas, berkarier, dan membanggakan orang tua," pungkasnya. (*/yan)

Editor : Hera Marylia
Imelda Gihan winner duta kampus televisi nasional stkip pgri bangkalan menyanyi