Pria Paro Baya Ditemukan Membusuk, Diduga Meninggal Tiga Hari Lalu

Hera Marylia • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 06:58 WIB
TERGELETAK: Jenazah Nahrawi ditemukan tergeletak di teras rumahnya Senin (21/9). (POLRES BANGKALAN UNTUK JPRM)
TERGELETAK: Jenazah Nahrawi ditemukan tergeletak di teras rumahnya Senin (21/9). (POLRES BANGKALAN UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Warga Desa Petrah, Kecamatan Tanah Merah, mendadak gempar pada Senin (21/9) pagi.

Seorang warga bernama Nahrawi, 54, ditemukan tak bernyawa di teras rumahnya sekitar pukul 09.00 Senin (21/9).

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta itu tinggal seorang diri di rumahnya.

Aparat kepolisian memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi.

Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama menyatakan, mayat pria paro baya itu kali pertama kali ditemukan seorang saksi bernama Ila saat melintas di depan rumah korban.

Saksi menjumpai korban tergeletak di teras rumah dengan kondisi meninggal dunia dan sudah tidak bernyawa.

Selama ini korban memang tinggal seorang diri. Semasa hidupnya, korban juga kerap mengeluh sering mengalami sakit kepala, bahkan sempat meminta saksi Ila untuk tinggal bersamanya.

Dugaan sementara, korban mendadak mengalami sakit kepala saat hendak keluar rumah hingga akhirnya terjatuh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Pihak keluarga juga menyatakan menerima peristiwa tersebut dan tidak melanjutkan ke proses hukum.

”Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, keluarga menolak untuk diotopsi,” katanya.

Korban diperkirakan meninggal dunia selama tiga hari lalu. Saat ditemukan, kondisi tubuh sudah mulai mengalami pembusukan.

Sementara ceceran darah diperkirakan berasal dari pembengkakan tubuh korban.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah Nahrawi sempat dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk menjalani visum et repertum.

Dokter Forensik RSUD Syarifah Ambami Rato Ebuh Edy Suharto menyatakan, berdasarkan pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Korban dipastikan meninggal dunia dalam keadaan wajar, sementara surat keterangan hasil visum resmi baru akan rampung hari ini.

”Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya,” terangnya. (za/jup)

Editor : Hera Marylia
mayat pria paro baya tinggal seorang diri kecamatan tanah merah membusuk