Wisata Mangrove Bancaran Tak Terurus, Fasilitas Tinggal Rangka

Hera Marylia • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:30 WIB
JADI SPOT PANCING: Faisol, warga Desa Sabian, Kecamatan Kota Bangkalan, memancing ikan di area Wisata Mangrove Bancaran Minggu (20/9). (INA HERDIYANA/JPRM)
JADI SPOT PANCING: Faisol, warga Desa Sabian, Kecamatan Kota Bangkalan, memancing ikan di area Wisata Mangrove Bancaran Minggu (20/9). (INA HERDIYANA/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kondisi Wisata Mangrove Bancaran memprihatinkan. Destinasi yang sempat ramai dan viral di media sosial pada 2021 itu kini tidak lagi menunjukkan geliat seperti sebelumnya. 

Sejumlah fasilitas yang dulu jadi spot swafoto tersisa rangka Minggu (20/9).

Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), sejumlah fasilitas di kawasan tersebut rusak. Jembatan menuju kawasan mangrove juga tidak layak.

Gazebo yang sebelumnya menjadi tempat beristirahat pengunjung tampak rapuh. Kondisi itu membuat aktivitas pengunjung berubah. 

Sejumlah anak usia sekolah yang datang tidak lagi menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi rekreasi. 

Mereka lebih banyak memanfaatkannya untuk memancing ikan dan mencari kerang.

Dulu di sini asyik. Bisa foto-foto, sekarang sepi. Malah jembatannya rusak, ujar Fendi, siswa SDN Bancaran 7, saat ditemui sedang memancing.

Saat ditemui JPRM, Fendi duduk di salah satu gazebo sambil membawa makanan.

Bangunan tersebut sudah tidak layak digunakan sebagai fasilitas wisata.

Di sekitar kawasan, monyet juga terlihat berkeliaran.

Hal yang sama juga dirasakan Faisol, pemancing asal Desa Sabiyan.

Dia mengatakan, minimnya renovasi membuat akses menuju hutan mangrove semakin sulit.

Kerusakan jembatan menyulitkan nelayan, terutama ketika air laut mulai pasang.

Kalau air naik, nelayan tidak bisa jalan. Kalau air surut, banyak cangkang yang bisa mengenai kaki dan membuat luka. Kasihan para nelayan, keluhnya.

Menurut Faisol, kawasan tersebut kini lebih banyak dimanfaatkan untuk memancing.

Beberapa jenis ikan seperti cukil dan patin menjadi tangkapan warga. 

Dia berharap, akses dan fasilitas di kawasan mangrove ini kembali diperhatikan oleh pemerintah.

”Setidaknya memudahkan akses nelayan yang lewat di kawasan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Disbudpar Bangkalan Eko Setiawan melalui Kabid Destinasi Lailatun Nikmah belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi mengenai kondisi Wisata Mangrove Bancaran tersebut. (ina/jup)

Editor : Hera Marylia
Wisata Mangrove Bancaran rusak memancing kerusakan jembatan