BANGKALAN, RadarMadura.id – Beras yang masuk dalam daftar 25 merek beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai kandungannya oleh Kementerian Pertanian masih ditemukan di sejumlah minimarket di Bangkalan.
LProduk tersebut bahkan masih terpajang di etalase dan dapat dibeli konsumen.
Pantauan JPRM di lapangan, sedikitnya dua minimarket masih menyediakan beras merek Anak Raja Nusantara.
Di salah satu minimarket di Bangkalan, lima karung beras dengan merek tersebut tampak tersusun di etalase.
Sementara di minimarket lainnya, beras Anak Raja Nusantara dan Maknyuss Pulen Gizi tidak dipajang di etalase.
Baca Juga: Bassra Nilai Haji Her dan P4TM Sejahterakan Petani
Namun, kedua produk tersebut masih dapat dipesan melalui layanan antar yang disediakan minimarket.
Anak Raja Nusantara dibanderol Rp 85 ribu per kemasan lima kilogram.
Sedangkan Maknyuss Pulen Gizi dijual Rp 89.900 dengan ukuran serupa.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih lebih berhati-hati dalam membeli beras.
Maryam, warga Kelurahan Mlajah, mengaku lebih memilih membeli beras di toko kelontong.
Selain mempertimbangkan harga, dia menilai kualitas beras yang biasa dibelinya cukup baik dan memiliki aroma lebih wangi.
”Daripada beli fortifikasi palsu harganya bisa Rp 17 ribu per kilogram, lebih baik beli beras premium di toko kelontong. Harganya Rp 15 ribu sudah dapat yang wangi dan bagus,” ujarnya.
Dia berharap instansi terkait segera mengambil langkah terhadap beras yang masuk dalam daftar dugaan ketidaksesuaian tersebut.
Baca Juga: Dispendik Sediakan Anggaran Miliaran, Ribuan Guru Honorer Bakal Terima Insentif Rp 1,5 Juta
Menurut Maryam, produk yang diduga bermasalah seharusnya tidak lagi beredar sehingga konsumen tidak dirugikan.
”Harusnya bisa segera ditarik. Jangan dibiarkan dijual atau bahkan mereka menjual secara sembunyi-sembunyi,” tegasnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan Moh. Rasuli mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan DP2KP terkait informasi tersebut.
”Itu masih pernyataan sebagai informasi awal dari Kementan. Secara resmi belum ada informasi ke kami,” ujarnya.
Meski demikian, Diskop Umdag Bangkalan akan melakukan sidak ke sejumlah minimarket.
Rasuli mengatakan, sidak dijadwalkan dilakukan hari ini dengan terlebih dahulu melakukan pendekatan kepada pengelola minimarket.
”Kami menjaga agar masyarakat tidak gaduh atau ramai dulu. Besok (hari ini, Red) akan kami lakukan sidak ke beberapa minimarket dan kami akan melakukan pendekatan dulu,” pungkasnya. (ina/jup)
Editor : Hera Marylia