BANGKALAN, RadarMadura.id – Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (Bassra) memberikan dukungan moral terhadap H. Khoirul Umam atau Haji Her untuk terus menyejahterakan petani tembakau di Pulau Madura.
Sebab, berkat Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau Madura (P4TM), harga tembakau di Madura terbilang tinggi.
Sekjen Bassra KH Safik Rofii bercerita banyak soal pendirian organisasi yang bertujuan mengangkat harkat dan martabat petani tembakau di Madura tersebut.
Sebelum P4TM berdiri, harga tembakau di Madura dibeli dengan harga asal-asalan.
Hal itu yang membuat para kiai bertekad untuk mendirikan P4TM yang kini diketuai Haji Her.
Baca Juga: Dispendik Sediakan Anggaran Miliaran, Ribuan Guru Honorer Bakal Terima Insentif Rp 1,5 Juta
"Sejak ada P4TM, harga tembakau di Madura bisa dikatakan stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya.
Dulu, lanjut Rofii, pembelian tembakau di Madura dimonopoli oleh segelintir orang atau pabrikan tertentu.
Salah satu dampaknya, harga tembakau sangat murah dan petani harus mengikuti kebijakan gudang.
"Misalnya dengan diiming-imingi gudang akan tutup agar para petani menjual tembakau dengan harga murah. Sebelum P4TM hadir, ada pembeli yang menjadi pemasok gudang-gudang rokok besar, mirisnya mereka dengan mudah memainkan harga," ucapnya.
Mengetahui kondisi tersebut, Haji Her dan rekan-rekannya berdiskusi dengan para kiai yang tergabung dalam Bassra secara komprehensif.
Selanjutnya, sepakat untuk mendirikan organisasi P4TM. Menurut Rofii, hadirnya organisasi tersebut berdampak signifikan terhadap harga tembakau di Madura.
"Sejak ada P4TM, petani semakin sejahtera, harga tembakau jauh lebih mahal," imbuhnya.
Baca Juga: Pria 26 Tahun Nyaris Diamuk Warga, Tolak Bayar setelah Ambil Pertalite dan Minuman
Oleh karena itu, P4TM juga mendorong hadirnya pabrik rokok untuk mengolah hasil tembakau dan terbukti sudah banyak pendirian perusahaan rokok.
Dampaknya, perusahaan rokok besar yang sudah menguasai pasar mulai terkikis, apalagi kualitasnya tidak berbeda jauh.
"Tembakau Madura itu berkualitas, itu sebabnya mungkin sebagian orang atau pengusaha merasa dirugikan dengan perbaikan petani tembakau di Pulau Madura," ucapnya.
Pria yang juga pendiri P4TM itu juga menyesalkan beredarnya informasi yang menyudutkan Haji Her tanpa adanya upaya konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan.
Dia menilai, informasi yang beredar cenderung mengarah pada fitnah yang sangat merugikan.
"Saya sudah tanyakan langsung kepada ketua P4TM, tidak ada upaya konfirmasi kepada yang bersangkutan," tandasnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia