BANGKALAN, RadarMadura.id – Di tengah kesulitan masyarakat mendapatkan BBM bersubsidi, muncul informasi liar di media sosial (medsos).
Yakni, informasi terkait Pertalite yang dijual dalam kemasan saset. Informasi tersebut beredar di sejumlah platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook.
Pada gambar plastik kecil menyerupai kemasan saset berlabel Pertalite itu tertulis hemat, praktis, ramah lingkungan, dan kualitas Pertamina.
Selain itu, terdapat jumlah takaran dan cara penggunaan.
Namun, hingga kini tidak ada bukti valid maupun keterangan resmi yang membenarkan kabar tersebut.
Menyikapi hal itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menegaskan, informasi tersebut tidak benar.
Pertalite tetap disalurkan melalui SPBU sesuai ketentuan pemerintah dengan harga Rp 10 ribu per liter.
”Sampai saat ini, tidak ada rencana pembuatan BBM bersubsidi saset. Itu hoaks,” tegasnya.
Di sisi lain, praktik penjualan Pertalite secara eceran memang masih ditemukan di sejumlah daerah.
BBM tersebut bahkan ada yang dijual dalam botol plastik dengan harga lebih tinggi dari ketentuan.
Namun, tidak ada dasar resmi yang menyebut Pertalite dikemas dalam saset dan dijual sebagai produk resmi Pertamina.
Dia mengimbau masyarakat melakukan verifikasi sebelum memercayai maupun menyebarkan informasi tersebut.
Masyarakat dapat mengonfirmasi informasi melalui kanal resmi Pertamina di contact center 135.
”Literasi digital penting agar isu yang tidak berdasar tidak berkembang jadi kepanikan di tengah masyarakat,” ujarnya. (ina/bil)