ILP Pustu Pangeranan  Bangkalan Sebut Tiga Orang Terdeteksi Diabetes Melitus, Gula Darah di Atas 200

Amin Bashiri • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 07:56 WIB
PERIKSA KESEHATAN: Warga menjalani pemeriksaan di posyandu ILP, Kelurahan Pangeranan, Bangkalan, Senin (7/9).
PERIKSA KESEHATAN: Warga menjalani pemeriksaan di posyandu ILP, Kelurahan Pangeranan, Bangkalan, Senin (7/9).

 

BANGKALAN, RadarMadura.id – Petugas kesehatan terus berupaya mennggulangi penyakit. Salah satunya melalui kegiatan posyandu integrasi layanan primer (ILP) yang dilakukan tenaga kesehatan Pustu Pangeranan, Bangkalan, pada Senin (7/9).

Veodorovna G. K., bidan Pustu Pangeranan, menyampaikan, sasaran kegiatan tersebut bukan hanya balita, tapi juga mencakup bayi hingga lansia dan ibu hamil. Dalam pemeriksaan tersebut pihaknya menemukan pasien diabetes melitus.

Dia memaparkan, ada 17 warga usia produktif dan lansia yang menjalani pemeriksaan. Ditambah 1 ibu hamil dan 20 balita. Hasilnya, ditemukan tiga warga yang menderita diabetes melitus yang gula darahnya diatas 200.

”Kegiatan ini melibatkan 5–6 kader. Didampingi dua tenaga kesehatan dari wilayah pustu dan polindes,” ujarnya.

Veodorovna menuturkan, dari hasil penjaringan ditemukan kadar gula darah penderita diabetes melebihi 200. Menurut dia, temuan itu bisa dipengaruhi kondisi saat pemeriksaan.

”Hasil pemeriksaan diabetes lebih dari 200 ini bisa jadi karena saat periksa pasien tidak puasa, termasuk gula darahnya lebih,” jelasnya kemarin (14/9).

Veodorovna menyebut, warga yang terdeteksi memiliki gula darah tinggi langsung berobat ke pustu atau puskesmas dengan membawa fotokopi kartu keluarga (KK). Sebagai langkah pencegahan, dia mengimbau penderita gula darah tinggi rutin minum obat yang diberikan faskes. Selain itu, rajin kontrol gula darah.

”Jika gula darah tinggi, hindari makanan dan minuman yang manis. Seimbangkan daya tahan tubuh dengan olahraga dua kali seminggu meski hanya jalan kaki. Yang terpenting rutin periksa ke dokter spesialis khusus diabet,” pesannya. (ina/bil)

Editor : Amin Bashiri
diabetes mellitus pustu pangeranan ilp