Pemred JPRM: Jangan Biarkan Gagasan Berhenti di Kepala, Bekali Mahasiswa FH UTM Menulis Opini

Hera Marylia • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 08:50 WIB
BERBAGI PENGALAMAN: Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Konsentrasi Pemerintahan Fakultas Hukum UTM Ainun Jannah memberikan cenderamata kepada Pemred Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Moh. Subhan Rabu (9/9). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
BERBAGI PENGALAMAN: Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Konsentrasi Pemerintahan Fakultas Hukum UTM Ainun Jannah memberikan cenderamata kepada Pemred Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Moh. Subhan Rabu (9/9). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Banyak gagasan besar lahir dari ruang-ruang mahasiswa.

Namun, tanpa keberanian untuk menuliskannya, gagasan itu hanya akan menjadi percakapan yang selesai di kepala. 

Pemred Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Moh. Subhan mengajak mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) memecah kebisuan itu dengan menulis gagasan tersebut secara utuh.

Ajakan itu disampaikan saat menjadi pemateri Pelatihan Menulis Artikel Opini Hukum yang digelar Himpunan Mahasiswa Konsentrasi (HMK) Pemerintahan Fakultas Hukum (FH) Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) Rabu (9/9).

Baca Juga: Penyandang Disabilitas Jadi Korban Rudapaksa, Terduga Pelaku Ngasih Uang Rp 125 Ribu

Kegiatan bertema Menulis dengan Perspektif Hukum: Mengembangkan Gagasan Kritis melalui Artikel Opini tersebut diikuti 51 mahasiswa. Para peserta tampak antusias menyimak materi.

Ketua Umum HMK Pemerintahan Ainun Jannah mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya diikuti mahasiswa FH.

Sejumlah mahasiswa dari fakultas lain di lingkungan UTM juga turut ambil bagian. 

”Pelatihan ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa FH saja. Ada juga mahasiswa lain yang ikut kegiatan ini,” jelasnya.

Menurut Ainun, pelatihan tersebut diharapkan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai cara membuat artikel opini hukum yang baik dan benar.

Dengan begitu, semakin banyak mahasiswa, khususnya mahasiswa hukum, yang tertarik menulis dan menuangkan gagasannya melalui media massa.

Baca Juga: ICONIS Ke-10 2026 Sukses Digelar, UIN Madura Rawat Tradisi Intelektual dan Keagamaan Ulama Nusantara

Sebab, selama ini masih sedikit mahasiswa yang aktif menulis artikel maupun opini hukum di media massa.

”Selama ini masih jarang yang menulis artikel maupun opini hukum di media massa,” katanya.

Karena itu, dia berharap setelah mengikuti pelatihan, mahasiswa FH, khususnya anggota HMK Pemerintahan, semakin giat menulis.

Gagasan dan pemikiran mahasiswa diharapkan dapat disalurkan melalui berbagai media massa, baik cetak maupun elektronik. 

”Semoga ke depan regenerasi kami bisa semakin giat menulis artikel maupun opini hukum,” harapnya.

Sementara itu, Pemred JPRM Moh. Subhan memaparkan sejumlah tahapan penting yang perlu diperhatikan dalam menulis artikel atau opini.

Baca Juga: Samsung Galaxy A07s Bawa Baterai 5.000 mAh, IP54 dan Jaminan Update Android Hingga 6 Generasi

Tiga hal utama yang harus dipenuhi dalam penulisan artikel: masalah, argumentasi, dan solusi.

Menurut dia, ketiga unsur tersebut menjadi fondasi dalam membangun tulisan yang kuat.

Penulis juga harus menguasai materi yang hendak dibahas agar gagasan dapat dituangkan secara lebih mudah dan terarah. 

”Semakin kita menguasai materi yang ingin dibahas, semakin mudah pula untuk kita tulis,” ujar wartawan asal Sumenep itu. (za/han)

Editor : Hera Marylia
menulis opini fakultas hukum utm gagasan pemred jprm