Serapan Tembakau PR Minim, Disperinaker Janji Fasilitasi Pertemuan Petani dan Pengusaha

Hera Marylia • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 11:00 WIB
SUBUR: Petani di Kecamatan Blega, Bangkalan, mengecek tanaman tembakaunya Senin (7/9). (MOH. SUGIANTO/JPRM)
SUBUR: Petani di Kecamatan Blega, Bangkalan, mengecek tanaman tembakaunya Senin (7/9). (MOH. SUGIANTO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Keberadaan perusahaan rokok (PR) di Kabupaten Bangkalan selama ini belum memberikan efek domino bagi kalangan petani tembakau.

Buktinya, keberadaan industri rokok tersebut belum menyerap hasil tembakau dari petani secara langsung.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan Jemmi Tria Sukmana tidak menampik jika PR yang ada di Kota Salak tidak menyerap tembakau para petani di Bangkalan.

Bahkan, dia mengaku baru mengetahui jika sudah banyak petani yang membudidayakan tanaman tembakau.

”Tapi, besok akan ada pertemuan antara pengusaha rokok dengan para petani di Bangkalan,” ujarnya.

Jemmi berjanji memfasilitasi para petani tembakau dengan pemilik PR yang ada di Kabupaten Bangkalan.

Yang pasti, selama ini memang tidak ada penyerapan tembakau dari petani secara langsung. Sebagian besar tembakau didatangkan dari luar Bangkalan.

”Mungkin karena masih baru juga, jadi pengusaha tidak membeli tembakau hasil petani kita,” paparnya.

Tidak hanya itu, sebagian besar PR yang ada di Kota Zikir dan Salawat terbilang baru. Kondisi tersebut kemungkinan menjadi kendala bagi pengusaha rokok.

Namun, ke depan, pihaknya berharap para pemilik PR bisa menyerap tembakau dari petani yang ada di Bangkalan.

”Ke depan kita harus bersinergi, dinas pertanian menyiapkan bahan bakunya, dan pengusaha menyerap hasil tembakau yang dihasilkan oleh petani kami,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Hotib Marzuki menyampaikan, pemerintah harus hadir untuk para petani tembakau.

Misalnya, meminta semua PR yang ada untuk membeli atau menyerap tembakau dari petani di Kota Salak.

Dengan demikian, para petani tidak perlu jauh-jauh ke Pamekasan atau Sampang untuk menjual hasil panen.

”Pemerintah harus hadir agar para petani tembakau kita tidak kebingungan untuk menjual hasil panennya,” sarannya. (za/bil)

Editor : Hera Marylia
penyerapan tembakau tembakau petani tembakau perusahaan rokok (pr) luar bangkalan