BANGKALAN, RadarMadura.id – Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bangkalan tidak menyediakan BBM jenis Pertalite pada Selasa (1/9). Kondisi tersebut membuat warga kebingungan, terutama pengendara yang hendak melakukan perjalanan jauh.
Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi merespons kondisi tersebut. Dia menyatakan, distribusi Pertalite dan Biosolar terus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pihaknya telah melakukan monitoring dan klarifikasi terhadap kondisi sejumlah SPBU setelah muncul pemberitaan mengenai kekosongan BBM bersubsidi pada Selasa (1/9). ”Kami memahami adanya kondisi antrean dan keterbatasan stok yang terjadi di sejumlah SPBU di Bangkalan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9).
Berdasarkan hasil monitoring, keterlambatan pengiriman BBM bersubsidi disebabkan maintenance administrasi di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut berdampak terhadap ketersediaan Pertalite dan Biosolar di beberapa lembaga penyalur.
Pertamina kemudian melakukan koordinasi untuk memastikan proses administrasi permintaan BBM dari SPBU berjalan sesuai kebutuhan. Optimalisasi distribusi juga dilakukan agar pasokan segera diterima SPBU yang membutuhkan.
”Kami terus memastikan proses administrasi permintaan BBM dari SPBU berjalan sesuai kebutuhan. Kami juga melakukan optimalisasi distribusi untuk memastikan pasokan dapat segera diterima,” jelas Rahedi.
Dia menambahkan, operasional SPBU di wilayah Bangkalan saat ini berlangsung ramai, tetapi tetap kondusif. Pertamina terus memantau perkembangan penyaluran dan ketersediaan stok di setiap lembaga penyalur.
Sebagai langkah lanjutan, pihaknya berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat pemenuhan pasokan. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.
Rahedi meminta masyarakat memperoleh informasi mengenai ketersediaan dan penyaluran BBM melalui sumber resmi. ”Apabila menemukan kendala atau membutuhkan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135,” tegasnya. (ina/han)
Editor : Amin Bashiri