Kantong Darah Menipis, PMI Bangkalan Ajak Warga Donor, Kebutuhan Capai 1.000 Kantong Per Bulan

Hera Marylia • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 09:04 WIB
MEDICAL CHECK UP: Sutina dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas PMI sebelum menjalani donor darah di Puskesmas Bangkalan Jumat (4/9). (INA HERDIYANA)
MEDICAL CHECK UP: Sutina dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh petugas PMI sebelum menjalani donor darah di Puskesmas Bangkalan Jumat (4/9). (INA HERDIYANA)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Ketersediaan darah menjadi perhatian Palang Merah Indonesia (PMI) Bangkalan.

Mengingat, kebutuhan darah di sejumlah fasilitas kesehatan mencapai ratusan kantong setiap bulan.

Koordinator Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Bangkalan Muh. Syarif Husein menyampaikan, stok darah per Jumat (4/9) terdiri atas 165 kantong golongan darah A, 226 kantong B, 88 kantong O, dan 17 kantong AB.

Dengan demikian, total persediaan darah yang tersedia sebanyak 496 kantong.

Menurut dia, kebutuhan darah di Bangkalan rata-rata mencapai 800–1.000 kantong setiap bulan.

Salah satu fasilitas kesehatan dengan kebutuhan cukup tinggi adalah RSUD Syamrabu.

”Dalam sebulan, kebutuhan rumah sakit ini berkisar 700–800 kantong atau sekitar 20–30 kantong per hari,” terangnya.

Meski begitu, kebutuhan setiap golongan darah tidak selalu sama. Golongan O, B, dan AB umumnya lebih banyak dibutuhkan.

Sedangkan golongan A relatif lebih sedikit. Namun, kebutuhan tersebut bersifat fluktuatif dan dapat berubah sesuai kondisi serta jumlah pasien yang membutuhkan transfusi.

Untuk menjaga ketersediaan darah, PMI Bangkalan rutin menggelar kegiatan donor darah di luar kantor (mobile unit).

PMI juga menggandeng berbagai instansi untuk menggelar donor darah. Salah satunya kegiatan di Puskesmas Bangkalan Jumat (4/9).

Yuni, bagian administrasi PMI Bangkalan, mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah.

Donor darah berlangsung mulai pukul 08.00. Hingga 12.00, ada sekitar 25 pendonor.

”Kalau stok kurang, biasanya kami bekerja sama dengan instansi. Sekitar 80 persen darah yang kami dapatkan berasal dari kegiatan donor di luar atau dengan sistem jemput bola,” tuturnya.

Melalui pola tersebut, kata dia, PMI Bangkalan rata-rata mampu mengumpulkan sekitar 800–1.000 kantong darah setiap bulan.

Persediaan yang terkumpul kemudian didistribusikan ke fasilitas kesehatan sesuai dengan kebutuhan. 

Yuni menjelaskan, sebelum mendonorkan darah, calon pendonor harus menjalani pemeriksaan kesehatan.

Tujuannya, memastikan kondisi pendonor memenuhi syarat dan aman untuk melakukan donor darah.

”Minimal tekanan darah 110, berat badan minimal 47 kilogram, tidak memiliki riwayat penyakit tertentu, serta berusia minimal 16 tahun dan maksimal 60 tahun,” jelas Yuni. (ina/han)

Editor : Hera Marylia
kebutuhan darah Ketersediaan darah donor darah PMI Bangkalan