Lansia di Bangkalan Tewas di Tepi Jalan, Diduga Alami Sesak Napas saat Jalan Kaki

Amin Basiri • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 09:49 WIB
TAK BERNYAWA: Muharrom ditemukan telentang di bahu jalan Dusun Bai Daja, Desa Baipajung, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Senin (31/8).
TAK BERNYAWA: Muharrom ditemukan telentang di bahu jalan Dusun Bai Daja, Desa Baipajung, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Senin (31/8).

 

TANAH MERAH, RadarMadura.id – Suasana Dusun Kalean, Desa Tanah Merah Laok, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, geger pada Senin (31/8). Sebab, seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan tewas dalam kondisi telentang di bahu jalan sekitar pukul 13.45.

Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama membenarkan insiden tersebut. Dikatakan, korban diketahui bernama Muharrom, 70, warga setempat. Korban ditemukan berada di pinggir jalan sekitar dua meter dari badan jalan. Kemudian, kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Tanah Merah.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan pengecekan dan menghubungi piket Satreskrim serta Unit Identifikasi Polres Bangkalan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Abd. Kowi, kerabat korban menuturkan, Muharrom memang sering keluar rumah seorang diri dengan berjalan kaki. Salah satunya untuk berziarah ke sejumlah makam. "Korban juga diketahui beberapa kali menjalani perawatan di puskesmas," ucapnya.

Salum, adik korban, menambahkan, Muharrom memiliki riwayat penyakit sesak napas. Karena itu, keluarga menduga korban mengalami sesak napas ketika sedang berjalan kaki hingga akhirnya terjatuh dan meninggal di lokasi. "Dia sering jalan kaki, kemungkinan jatuh dan meninggal saat jalan," tuturnya.

Agung menjelaskan, dugaan tersebut diperkuat dengan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas Puskesmas Tanah Merah bersama Unit Identifikasi Polres Bangkalan. Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun kejanggalan pada tubuh korban.

Setelah dievakuasi, lanjut dia, jenazah dibawa ke Puskesmas Tanah Merah untuk menjalani visum et repertum. Sementara itu, keluarga menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi dan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut secara hukum. "Keluarga menganggap kematian korban sebagai takdir karena tidak ditemukan indikasi adanya tindak kekerasan," tandas Agung. (ina/yan)

Editor : Amin Bashiri
meninggal Lansia