BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – Kelangkaan Pertalite membuat sejumlah pengendara di Bangkalan terpaksa beralih menggunakan Pertamax atau menunda perjalanan. Hal itu terjadi karena stok Pertalite di sejumlah SPBU di wilayah Bangkalan habis sejak Senin (1/9).
Pengendara yang hendak mengisi bahan bakar hanya mendapati papan pengumuman bertuliskan, ”BBM masih dalam perjalanan”. Kondisi tersebut membuat pemilik kendaraan kecewa.
Pantauan Jawa Pos Radar Madura di lapangan, kemarin (1/9), tidak terlihat antrean di jalur pengisian Pertalite. Salah satunya di SPBU Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Pompa khusus Pertalite tidak melayani pengendara karena stok habis.
”Sudah dari kemarin Pertalite kosong. Tidak tahu kapan datangnya lagi,” ujar salah seorang petugas SPBU SGB.
Kondisi serupa juga terjadi di jalur utara Madura. Muhammad Fauzi, pengendara roda empat, mengaku telah berkeliling mencari Pertalite. Namun, upayanya tidak membuahkan hasil.
”Pertalite kosong semua. Mulai SPBU Lembung, Sepulu, Klampis, sampai SPBU akses Jembatan Suramadu sisi Madura,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin.
Menurut Fauzi, petugas di sejumlah SPBU menyampaikan alasan yang sama, yakni Pertalite masih dalam proses pengiriman. Sementara itu, BBM yang tersedia hanya Pertamax.
”Pertalite masih proses pengiriman. Yang tersedia cuma Pertamax,” tambahnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian kapan distribusi Pertalite di Bangkalan kembali normal. Manajer Patra Niaga Pertamina Ahad Rahedi saat dikonfirmasi belum memberikan penjelasan secara detail.
”Kami cek ke tim di lapangan dulu ya,” ucapnya singkat.
Berbeda dengan Bangkalan, stok BBM di Surabaya terpantau aman. Hal itu disampaikan Ariel, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) asal Bangkalan yang hendak berangkat ke kampus.
Dia mengaku tidak mengalami kendala saat mengisi Pertalite di salah satu SPBU di Surabaya. Ariel berharap Pertamina segera mengatasi kelangkaan Pertalite yang terjadi di Madura, khususnya Bangkalan.
”Tolong pengiriman Pertalite ke area Bangkalan diratakan. Kasihan pembeli sampai antre,” tegasnya. (ina/han)
Editor : Amin Bashiri