Ingatkan SPPG Tak Remehkan SOP

Amin Basiri • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 16:05 WIB
TERBUKA: Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika memberikan keterangan di kantornya Jumat (12/6). (BAMBANG UNTUK JPRM)
TERBUKA: Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika memberikan keterangan di kantornya Jumat (12/6). (BAMBANG UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Bangkalan terus memantau pendistribusian MBG. Satgas mengingatkan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) agar tidak meremehkan standar operasional prosedur (SOP).

Ketua Satgas MBG Bangkalan Bambang Budi Mustika mengatakan, setiap terjadi kejadian menonjol dalam pendistribusian MBG, pihaknya langsung membuat laporan kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu.

”Laporan kami semata-mata untuk menjaga kualitas menu yang diberikan kepada penerima manfaat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, pelaporan tersebut dimaksudkan untuk memberikan efek jera kepada pengelola SPPG. Pengelola dapur diimbau tidak melonggarkan pengawasan, apalagi meremehkan SOP yang telah ditetapkan.

”Semua kasus menonjol kami laporkan ke BGN supaya menjadi pembelajaran bagi mitra,” tuturnya.

Bambang mengungkapkan, masih adanya kendala komunikasi. Misalnya, peristiwa dugaan ditemukannya belatung dalam wadah makanan MBG pekan lalu. Pihak satgas mengaku tidak menerima laporan resmi dari pihak sekolah terkait insiden tersebut.

Saat tim satgas melakukan konfirmasi, pihak sekolah justru menyatakan tidak pernah terjadi insiden seperti yang terlihat dalam video. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya persoalan komunikasi dalam sistem pengawasan di lapangan.

”Tidak ada laporan resmi ke kami. Bahkan, saat dikonfirmasi, kepala sekolahnya mengaku tidak ada kejadian apa pun,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, Bambang meminta seluruh jajaran sekolah bersikap terbuka dan responsif. Pengawasan menyeluruh harus melibatkan partisipasi aktif seluruh penerima manfaat (PM), mulai dari siswa hingga kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).

”Kalau ada masalah seperti menunya bermasalah, silakan laporkan kepada kami,” pintanya. (za/bil)

Editor : Amin Bashiri
MBG kabupaten Bangkalan SPPG sop BGN