BANGKALAN, RadarMadura.id – Suasana khidmat dan penuh keharuan menyelimuti Gedung Pertemuan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Sabtu (29/8). Sebanyak 1.005 mahasiswa dinyatakan lulus dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-42 Program Sarjana dan Magister Tahun 2026.
Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ beserta jajaran senat, pimpinan fakultas, dan tamu undangan.
Berdasarkan laporan resmi Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Achmad Amzeri, sebanyak 1.005 wisudawan yang dikukuhkan berasal dari enam fakultas dan Program Pascasarjana.
”Hari ini merupakan momentum penuh berkah dan rasa syukur. Sebanyak 1.005 wisudawan dari berbagai program studi sarjana maupun magister resmi menyandang gelar sarjana ataupun magister,” ujarnya.
Rincian lulusan tersebar di berbagai program studi (prodi). Di antaranya, S1 Ekonomi Syariah menjadi program studi dengan jumlah lulusan terbanyak, yakni 129 wisudawan. Disusul S1 Teknik Industri sebanyak 106 wisudawan, S1 Manajemen 105 wisudawan, serta S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebanyak 105 wisudawan.
Sementara di jenjang pascasarjana, terdapat wisudawan dari S2 Akuntansi, S2 Ilmu Ekonomi, serta S2 Pengelolaan Sumber Daya Alam.
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’ menyampaikan, kampus sedang memproses sekitar delapan program studi baru yang izinnya ditargetkan terbit tahun ini. Salah satu izin pendirian prodi yang menguras tenaga dan pikiran ialah Program Studi Kedokteran yang baru saja berdiri.
Prof Safi’ juga menyatakan, lulusan UTM yang ingin melanjutkan studi ke jenjang magister atau doktor tidak perlu pergi jauh dan mengeluarkan biaya besar. Sebab, kampusnya selalu terbuka dan siap jika para lulusan yang baru menyelesaikan pendidikan ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
”Kami selalu siap sedia jika para wisudawan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Di hadapan ribuan wisudawan, Prof. Safi’ juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap korban, UTM memberikan pembebasan biaya UKT bagi mahasiswa terdampak gempa bumi di NTT selama satu semester serta tambahan biaya hidup.
Hasil penelusuran bidang akademik, terdapat setidaknya 37 mahasiswa UTM yang berasal dari NTT. Empat di antaranya mengalami dampak langsung dari gempa bumi yang menimpa Flobamorata tersebut.
Prof. Safi’ juga meminta mahasiswa asal NTT yang merasa terdampak langsung untuk menghubungi bagian akademik. ”Yang terdampak langsung ada empat mahasiswa. Mereka berasal dari Flores, NTT,” ungkapnya.
Dia juga mengajak wisudawan dan para tamu undangan untuk menyisihkan rezekinya guna membantu para korban di NTT melalui UTM Peduli. Bantuan tersebut akan disalurkan melalui perguruan tinggi negeri terdekat di wilayah terdampak bencana ataupun melalui Majelis Rektor Peduli.
”Saat ini bantuan untuk saudara kita di NTT sudah terkumpul Rp 40 juta sekian,” tukasnya. (za/bil)
Editor : Anis Billah