UTM Launching eL Café, Etalase Komersial Riset dan Inovasi

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:59 WIB
TONGKRONGAN BARU: Rektor UTM Prof Dr Safi’ didampingi Kepala LPPM UTM Iskandar Dzulkarnain meresmikan eL Café Kamis (27/8).
TONGKRONGAN BARU: Rektor UTM Prof Dr Safi’ didampingi Kepala LPPM UTM Iskandar Dzulkarnain meresmikan eL Café Kamis (27/8).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Suasana lantai 1 Gedung Rektorat Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) mendadak riuh, Kamis (27/8).

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UTM resmi melakukan grand launching eL Café. 

EL Café diproyeksikan tak sekadar tempat nongkrong, tapi juga etalase komersialisasi riset dan inovasi sivitas akademika.

Agenda peresmian yang digulirkan pukul 09.00 WIB itu dihadiri langsung oleh Rektor UTM Prof Dr Safi’.

Baca Juga: UTM Kembangkan Buncis dengan Irigasi Tetes, Dorong Pertanian Lahan Kering Tetap Produktif

Turut mendampingi, jajaran pimpinan universitas, para dekan, pengelola Badan Pengelola Usaha (BPU), hingga mitra strategis dari Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Bangkalan.

Dalam pengarahannya, Prof Dr Safi’ menegaskan pentingnya optimalisasi seluruh aset kampus agar keberadaannya bernilai.

Fasilitas kampus tak boleh dibiarkan mangkrak, melainkan harus menyokong kegiatan akademik, riset, hingga pengembangan usaha.

"Yang penting bagaimana ini cepat tumbuh, terus tumbuh dan berkembang. Memberikan manfaat dan kebaikan bagi kita semua," ujarnya.

Mantan dekan Fakultas Hukum (FH) UTM itu meminta seluruh pimpinan unit di lingkungan UTM untuk proaktif memanfaatkan aset di bawah naungan masing-masing.

Aset kampus pantang dibiarkan kosong tanpa daya guna.

Baca Juga: Cerita Dua Srikandi UTM Bentangkan Merah Putih di Dinding Gedung Rektorat, Bawa Bendera Jumbo Lebih Sulit daripada Menaklukkan Tebing Terbuka di Alam Bebas

ASET KAMPUS: EL Café tak hanya tempat nongkrong, tapi juga etalase komersialisasi riset dan inovasi sivitas akademika.
ASET KAMPUS: EL Café tak hanya tempat nongkrong, tapi juga etalase komersialisasi riset dan inovasi sivitas akademika.

”Aset kampus jangan sampai dibiarkan kosong, harus dikelola dengan baik agar memberikan dampak positif,” pintanya.

Sementara itu, Kepala LPPM UTM Iskandar Dzulkarnain menyampaikan bahwa eL Café mengusung konsep beda.

Tempat itu diposisikan sebagai panggung utama untuk menggenjot hilirisasi karya dosen dan mahasiswa UTM.

”Ke depan, riset-riset yang dihasilkan teman-teman dosen akan banyak yang punya potensi komersialisasi. Harapan kami, ini menjadi fondasi awal untuk menggerakkan para dosen bahwa kita punya potensi besar,” paparnya.

Iskandar membeberkan, UTM sejatinya telah mengantongi deretan produk riset dan teaching industry mumpuni.

Baca Juga: UTM Siap Dukung Pemkab Bangkalan, Dalam Menyambut Investor Asal Negeri Tirai Bambu

Lewat BPU, beberapa produk bahkan mulai merambah pasar ekspor, salah satunya essential oil. 

Bahkan, dua tim mahasiswa telah digembleng secara khusus untuk mengawal produk orientasi ekspor tersebut.

Dukungan penuh juga mengalir dari dunia perbankan.

Head Officer/Kepala Cabang BSI Bangkalan Herdiyan menegaskan komitmennya untuk terus memupuk sinergi bersama UTM. 

Sinergi ini diharapkan tak berhenti di atas kertas, tapi juga memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat luas. (za)

Editor : Hera Marylia
eL Café Fasilitas kampus etalase komersialisasi riset dan inovasi utm