Jumlah Desa Terdampak Kekeringan Ekstrem di Kabupaten Bangkalan Terus Bertambah

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:30 WIB
BANTUAN AIR BERSIH: Warga Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger, Bangkalan, mengantre untuk mengisi air bersih Senin (24/8). (BPBD BANGKALAN UNTUK JPRM)
BANTUAN AIR BERSIH: Warga Desa Banyoneng Laok, Kecamatan Geger, Bangkalan, mengantre untuk mengisi air bersih Senin (24/8). (BPBD BANGKALAN UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Jumlah desa terdampak kekeringan ekstrem di Kabupaten Bangkalan terus bertambah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Salak setidaknya menerima empat permohonan bantuan air bersih.

Dua di antaranya berasal dari Kecamatan Tanah Merah, dan dua lainnya diajukan oleh dua desa di Kecamatan Sepulu.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan Arif Rahman Surya Atmaja mengatakan, baru-baru ini institusinya menerima empat permohonan bantuan air bersih.

Dia tidak menampik jika kekeringan di Kota Zikir dan Salawat terus meluas dan bertambah.

“Musim kemarau diprediksi akan berlangsung pada September hingga awal 2027. Saat ini sudah ada tambahan permohonan bantuan air bersih dari empat desa,” katanya.

Menurutnya, dua kali sehari institusinya terus melakukan penyaluran air bersih.

Penyaluran air bersih disesuaikan dengan jadwal karena dikhawatirkan berbenturan dengan pengiriman air bersih yang dilakukan oleh beberapa instansi.

“Seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan juga Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan,” sambungnya.

Pria yang akrab disapa Yayak itu menambahkan, saat ini terdapat 26 desa di Bangkalan terdampak kekeringan.

“BPBD Bangkalan menyesuaikan pengiriman dengan ketersediaan air bersih dan armada yang disediakan oleh Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Bangkalan,” tandasnya. (za/yan)

Editor : Hera Marylia
terdampak kekeringan bertambah bantuan air bersih kekeringan ekstrem BPBD Bangkalan