Dewan Minta DLH Serius Kelola TPST, Bisa Mengolah Puluhan Kontainer Sampah Setiap Hari

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14 WIB
UJI COBA: Sekkab Ismet Efendi didamping Plt Kepala DLH Bangkalan Achmad Siddiq meninjau TPST di Desa Masaran, Kecamatan Tragah, Kamis (30/7). (DLH BANGKALAN UNTUK JPRM)
UJI COBA: Sekkab Ismet Efendi didamping Plt Kepala DLH Bangkalan Achmad Siddiq meninjau TPST di Desa Masaran, Kecamatan Tragah, Kamis (30/7). (DLH BANGKALAN UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Dana yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan untuk pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Desa Masaran, Kecamatan Tragah, mencapai Rp 711 juta.

Fasilitas itu diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan penanganan sampah yang selama ini tak kunjung tuntas. 

Anggota Komisi III DPRD Bangkalan Takdir Mukjizat mendesak agar dinas lingkungan hidup (DLH) serius dalam mengelola TPST. 

Pasca TPST difungsikan, fasilitas tersebut harus bisa mendongkrak capaian pendapatan asli daerah (PAD).

”Kami berharap DLH serius mengelola TPST yang mengabiskan anggaran jumbo itu,” uajranya.

Sampah yang diolah di bekas bangunan terminal tipe A diyakini bisa bernilai ekonomi.

Sebab dapat menyulap sampah nonorganik menjadi bio solar dan pupuk. 

”Tempat pengolahan itu harus benar-benar bisa menghasilkan pupuk dan solar,” katanya.

Plt Kepala DLH Bangkalan Achmad Siddiq menjelaskan, uji coba alat di TPST sudah dilakukan dan hasilnya memuaskan.

Instansinya menargetkan akhir bulan ini TPST tersebut sudah beroperasi sesuai perencanaan awal.

Dalam sehari ditarget bisa mengolah 20-30 kontainer sampah agar bio solar, pupuk, ataupun harbot yang dihasilkan lebih maksimal.

”Semakin banyak sampah yang dikelola, makin banyak bio solar yang dihasilkan,” katanya.

Lebih lanjut dia menyatakan, untuk tahap awal bio solar yang dihasilkan akan digunakan sebagai konsumsi bahan bakar minyak (BBM) armada pengangkut sampah yang ada di intansinya.

Namun ke depan juga akan diperjualbelikan secara umum jika produksi sudah melimpah.

”Untuk awal-awal mungkin akan kami gunakan untuk armada yang ada, daripada beli di SPBU mending beli bio solar yang dihasilkan di TPST,” tutupnya. (za/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
bio solar pengolahan sampah tpst pupuk penanganan sampah