BANGKALAN, RadarMadura.id – SMAN 2 Bangkalan memiliki cara tersendiri dalam memupuk rasa nasionalis siswanya di momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan RI.
Salah satunya dengan mengunjungi seorang veteran Djoefri Fazi, Jumat (14/8).
Kepala SMAN 2 Bangkalan Dwi Imam Arif menyatakan, kunjungan terhadap salah satu veteran bertujuan untuk menyerap nilai-nilai keteladanan dan pengorbanan para pejuang.
Alhasil, banyak nilai-nilai positif yang didapatkan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
"Kami berharap, anak-anak dapat meneladani semangat para pejuang dan meneruskannya melalui pendidikan, prestasi, persatuan, serta karya-karya positif," ujarnya.
Mantan kepala SMAN 1 Kamal itu memaparkan, perjuangan generasi saat ini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata.
Tetapi, dapat dilakukan dengan bersemangat dalam menuntut ilmu, berkarya dan mengabdi.
"Menghargai kemerdekaan bukan hanya dengan mengenang perjuangan, tetapi juga dengan menjadi generasi yang mampu menjaga dan meneruskan cita-cita bangsa," imbuhnya.
Imam menambahkan, kunjungan yang dilakukan terhadap salah satu veteran dilakukan bersama ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
Kemudian, ketua Majelis Perwakilan Kelas (MPK), serta ketua dan wakil ketua organisasi jurnalistik di SMAN 2 Bangkalan.
Sementara Djoefri Fazi menceritakan banyak pengalaman dan kisah perjuangannya pada masa lalu.
Dia juga mengenang tentang masa perjuangan yang masih menyisakan kesedihan hingga saat ini.
"Kalau mengingat kembali masa perjuangan dulu, saya masih merasa sedih. Banyak hal yang kami lalui dan banyak pengorbanan yang harus diberikan,” ujarnya.
Dia menyebut kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan buah dari perjuangan dan pengorbanan para pendahulu.
Maka, generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menghargai, menjaga, dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.
Pihaknya juga meminta agar siswa yang ditemui tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Serta terus belajar, menjaga persatuan, dan memanfaatkan kesempatan untuk berkarya.
“Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” tegasnya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti