
BANGKALAN, RadarMadura.id – Rencana relokasi industri perusahaan asal China ke Bangkalan dianggap sebagai kabar baik oleh berbagai kalangan.
Salah satunya oleh Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaus Salam Bangkalan KH. Imron Abdul Fattah.
Dia menyatakan, sudah 17 tahun Jembatan Suramadu beroperasi. Namun, pertumbuhan ekonomi di Madura, khususnya Kabupaten Bangkalan, cenderung stagnan dari tahun ke tahun.
Salah satu pemicu stagnasi tersebut disebabkan minimnya investor yang berinvestasi di Kabupaten Bangkalan. Sehingga, peluang mendapat pekerjaan dengan upah yang layak juga sangat minim.
"Maka sudah seharusnya kita menyambut baik rencana perusahaan asal China yang akan merelokasi industrinya ke Bangkalan," ujarnya.
Apalagi, perusahaan asal Tiongkok yang akan mengembangkan industrinya di Kawasan Wiraraja Madura Industrial Park bersifat padat karya.
Sehingga, dipastikan dapat membuka peluang kesempatan kerja yang sangat besar bagi masyarakat Madura.
"Tak ada alasan bagi siapa pun untuk menolak atau menentang kesempatan besar ini. Karena ini demi kemaslahatan masyarakat Madura, khususnya Bangkalan," ujar Kiai Imron.
Keinginan adanya investor yang bersedia mengembangkan industrinya di Bangkalan telah menjadi harapan banyak pihak. Khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.
Karena itu dinilai sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu dengan membuka kesepakatan kerja sebanyak-banyaknya.
"Mari kita dukung langkah strategis yang telah dilakukan pemerintah. Jika masih ada kelompok yang menentang, berarti mindset-nya tak ingin Bangkalan maju," ujarnya.
Pihaknya mengajak publik tidak berlebihan dalam mengkhawatirkan terjadinya pergeseran kultur masyarakat dengan adanya industrialisasi. Problem tersebut harus menjadi cambuk agar kearifan lokal tetap terjaga.
"Tugas kita bersama adalah menjaga nilai-nikai kearifan lokal dan keberadaan masyarakat Madura tetap terjaga. Bukan menentangnya," katanya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti