Armada Terbatas, BPBD Bangkalan Ajukan Bantuan ke Pemprov Jatim

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:29 WIB
TERDAMPAK KEKERINGAN: Warga Desa Gunilep, Kecamatan Sepulu, mengantre air bersih, Senin (27/7). (BPBD UNTUK JPRM)
TERDAMPAK KEKERINGAN: Warga Desa Gunilep, Kecamatan Sepulu, mengantre air bersih, Senin (27/7). (BPBD UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Pemkab Bangkalan belum bisa mengoptimalkan penyaluran air bersih karena jumlah armada terbatas.

Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan berencana mengajukan bantuan ke Pemprov Jawa Timur.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan Arif Rahman Surya Atmaja tidak menampik keterbatasan armada tersebut.

"Akibatnya, dalam sehari hanya bisa melakukan dropping air bersih sebanyak dua kali," katanya.

Menurutnya, jumlah desa yang mengajukan permintaan air bersih ke instansinya memang belum bertambah.

Musim kemarau diprediksi akan berlanjut hingga Januari 2027.

Kemungkinan permintaan air bersih ke depan akan terus bertambah.

"Untuk saat ini masih ada 22 desa yang terdampak kekeringan dan mengajukan air bersih ke kami," terangnya.

Dia menambahkan, dropping air bersih ke desa terdampak beberapa waktu lalu diakui sempat terkendala stok bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

"Kami kesulitan untuk membeli solar sehingga dropping tidak sesuai jadwal," ungkapnya.

Dia menjelaskan, institusinya berencana mengajukan bantuan air bersih ke Pemprov Jatim.

Salah satu alasannya, karena jumlah desa terdampak kekeringan akan terus bertambah.

"Kami juga akan mengajukan bantuan air bersih ke provinsi jika ada penambahan permintaan air bersih," tandasnya. (za/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
armada terbatas Pemprov Jawa Timur dropping air bersih Musim kemarau BPBD Bangkalan