Tomas Dukung Relokasi Industri Pabrik Asal China, Sebut Posisi Bangkalan Strategis

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:33 WIB
Tokoh Masyarakat Imron Abd. Fattah (DOK JPRM)
Tokoh Masyarakat Imron Abd. Fattah (DOK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Rencana relokasi industri pabrik asal China ke Kabupaten Bangkalan diyakini bisa menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Kota Salak.

Sehingga, rencana strategis itu disambut positif Tokoh Masyarakat (Tomas) Imron Abd. Fattah.

Pria yang biasa disapa Ra Imron itu menyatakan, kehadiran investor akan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah.

Juga, akan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari nilai modal yang masuk. Tetapi, juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

”Pada prinsipnya kami mendukung investor yang ingin berinvestasi di Bangkalan,” ujarnya.

Ra Imron menyatakan, relokasi industri tidak boleh hanya dipandang sebagai pemindahan biasa.

Pemerintah dan investor harus memastikan masyarakat mendapat kesempatan yang luas untuk bisa bekerja.

Juga, harus bisa menyesuaikan dengan kultur, budaya, dan kearifan lokal yang ada di tengah-tengah masyarakat.

”Kami yakin semua elemen akan mendukung dengan adanya investasi jika semuanya diawali dengan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” katanya.

Ra Imron menyatakan, pemilihan Kabupaten Bangkalan sebagai lokasi relokasi industri pabrik asal China sangat tepat.

Sebab, posisi Kabupaten Bangkalan sangat strategis. Sebab, dekat dengan kota metropolitan seperti Kota Surabaya.

”Maka, mobilitas logistik sangat mudah dijangkau,” imbuhnya.

Kota Salak juga dinilai memiliki beberapa lokasi strategis yang dapat dijadikan sebagai tempat pengembangan industri.

Salah satunya, lahan milik PT Perkasa Krida Hasta Indonesia (PKHI) yang selama puluhan tahun tidak pernah dimanfaatkan.

Luas lahan milik korporasi tersebut mencapai 400 hektare lebih yang tersebar di tiga kecamatan. Yakni, di wilayah Kecamatan Kamal, Labang, dan Socah.

”Jadi tinggal komunikasi antara invenstor yang dari China dengan PT PKHI. Dari pada lahan itu dibiarkan puluhan tahun tanpa memberikan manfaat apa pun kepada masyarakat,” katanya. (jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
perekonomian daerah relokasi industri pabrik Tomas investor china