Dispora Bangkalan Kecolongan, Aksi Tak Pantas Jadi Tontonan, Saat Lomba Gerak Jalan HUT Ke-81 RI

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:41 WIB
TAK PATUT DICONTOH: Peserta gerak jalan di Bangkalan melakukan tindakan kurang etis dengan mengangkat rok, Minggu (9/8). (MONA UNTUK JPRM)
TAK PATUT DICONTOH: Peserta gerak jalan di Bangkalan melakukan tindakan kurang etis dengan mengangkat rok, Minggu (9/8). (MONA UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Lomba gerak jalan dalam rangka menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Bangkalan menjadi bahan pergunjingan.

Sebab, salah satu regu gerak jalan pria mengenakan busana perempuan dan menampilkan tarian dan gerakan yang dinilai kurang etis

Dalam video yang beredar di media sosial (medsos), sejumlah pria terlihat mengenakan atasan dan rok berwarna putih. Mereka juga memakai topi serta berambut panjang.

Beberapa di antaranya mengenakan pakaian dalam perempuan dalam lomba tahunan yang digelar, Minggu (10/8) itu.

Baca Juga: Pelimpahan Perkara Lahgun BBM Tunggu Hasil Praperadilan

Lia, salah seorang penonton lomba menilai aksi tersebut tidak pantas ditampilkan. Terlebih kegiatan tahunan itu disaksikan ribuan pasang mata di sepanjang rute lomba.

 ”Hal-hal seperti itu tidak pantas jadi tontonan. Niat menghibur boleh, tapi seharusnya tidak terlewat batas. Tidak etis dilihat,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan sekaligus Ketua Panitia Lomba Gerak Jalan Moawi Arif mengeklaim, kelompok itu bukan peserta resmi yang terdaftar dalam perlombaan.

Dia menyebut, panitia telah menetapkan aturan terkait penampilan peserta sebelum pelaksanaan kegiatan. Ketentuan tersebut juga disampaikan dalam technical meeting (TM).

”Saat TM sudah kami sampaikan aturan dan tata caranya. Semua penampilan harus sesuai dengan norma yang berlaku,” tegasnya.

Menurut Moawi, kelompok yang menggunakan nomor peserta 380 tersebut tidak tercatat dalam daftar peserta resmi. Mereka juga tidak mengikuti TM yang digelar panitia.

”Kami pastikan itu tanpa melalui pendaftaran. Mereka peserta gelap yang masuk ke barisan dan melalui rute yang sama,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Jemput Paksa Pimpinan Perempuan Bercadar, Dikaitkan dengan Dugaan Perusakan Lahan di Pegantenan

Moawi menduga, kelompok tersebut masuk ke jalur gerak jalan dari tengah perjalanan.

Mereka tidak melewati garis start sehingga keberadaannya tidak terpantau sejak awal oleh panitia. 

”Itu masuk di tengah jalan. Kalau kami tahu dari start, sudah tidak kami bolehkan ikut,” tegasnya.

Mantan Kadishub Bangkalan mengaku kecolongan dengan adanya aksi tak pantas itu. Namun, dia memastikan masalah tersebut akan dijadikan bahan evaluasi serius.

Pengawasan dan pengamanan akan diperketat pada pelaksanaan kegiatan berikutnya, termasuk verifikasi peserta untuk mencegah pihak yang tidak terdaftar masuk ke dalam barisan.

”Kami atas nama panitia meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Ini akan menjadi evaluasi bagi kami agar lebih berhati-hati lagi ke depannya,” ujarnya.

Dia menerangkan, dalam pelaksanaan gerak jalan tersebut, tercatat sebanyak 108 kelompok mengikuti yang perlombaan.

Peserta berasal dari berbagai kalangan, tidak hanya siswa SMA, tetapi juga masyarakat umum. (ina/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
peserta gelap Panitia Lomba gerak jalan kecolongan dispora