BANGKALAN, RadarMadura.id – Bupati Bangkalan Lukman Hakim menunjukkan komitmen dalam meningkatkan layanan kesehatan dan pengentasan stunting di Kota Salak.
Yaitu, dengan menyerahkan bantuan susu, telur, gula, dan minyak kepada ibu menyusui dan anak di bawah lima tahun (balita).
Pembagian bantuan tersebut dilakukan di Puskesmas Konang, Selasa (11/8).
Yaitu bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan Jambore Kader UPTD Puskesmas Konang dengan tema Kader Hebat, Posyandu Kuat, Masyarakat Sehat.
Baca Juga: KPU Bangkalan Sosialisasikan Keterbukaan dan Tata Kelola Informasi Publik
Orang nomor satu di Bangkalan itu menyatakan, jambore yang dilaksanakan sebagai wujud kolaborasi antara masyarakat dengan lembaga layanan kesehatan.
Serta, bentuk keseriusan pemerintah dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan. ”Khususnya dalam mengentaskan stunting,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mengalokasikan anggaran ratusan juta untuk memberikan bantuan menekan angka stunting.
Yakni, pemberian makanan tambahan (PMT) kepada anak stunting di seluruh Kabupaten Bangkalan.
”Penanganan stunting menjadi fokus utama kami. Khususnya di wilayah Kecamatan Konang, Geger dan Kokop. Karena wilayah ini angka stunting-nya masih tinggi," imbuhnya.
Oleh karena itu pihaknya mengajak seluruh stakeholder mendukung pemkab dalam rangka mengentaskan stunting untuk menyiapkan generasi yang sehat dan berdaya saing. Sehingga, bisa menjadi generasi emas di masa depan.
”Di tahun depan kita akan anggarkan lebih besar untuk pemberian makanan bergizi bagi ibu hamil dan balita agar penanganan stunting lebih massif,” tegasnya.
Baca Juga: Bupati Sampang Perkuat Pembangunan Berbasis Data, Gandeng Badan Informasi Geospasial
Mantan Kades Katol Barat, Kecamatan Geger, itu mengungkapkan, pengentasan stunting menjadi prioritas utama pemkab dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
Bahkan, masalah krusial tersebut dituangkan dalam pakta integritas yang diteken para kepala puskesmas di Bangkalan.
”Kalau kepala puskesmas tidak bisa mengentaskan stunting di wilayahnya, maka harus bersedia mengundurkan diri,” katanya.
Sementara Kepala Dinkes Bangkalan Nunuk Kristiani menyatakan, persoalan kesehatan saat ini sangat kompleks.
Sebab, pemerintah tidak hanya dihadapkan dengan masalah penyakit menular.
Tetapi, juga masalah kesehatan yang bersifat tidak menular. ”Seperti mengentaskan stunting,” tukasnya. (jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti