UTM Siap Dukung Pemkab Bangkalan, Dalam Menyambut Investor Asal Negeri Tirai Bambu

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 07:33 WIB
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H. (DOK JPRM)
Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H. (DOK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Rencana masuknya investor asal Tiongkok di Kawasan Industri Wiraraja Madura dinilai sebagai kabar baik oleh kalangan akademikus.

Hadirnya perusahaan padat karya diyakini dapat mengejar ketertinggalan Pulau Garam dari daerah lain. 

Seperti, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Kota Pasuruan.

Oleh sebab itu, rencana strategis itu  diharapkan tidak berhenti sampai penandatanganan kerja sama pengembangan kawasan industri Wiraraja Madura saja, tetapi harus ditindaklanjuti dengan beberapa langkah-langkah nyata.

Baca Juga: Afiyah Nur Kayati, Dosen Muda yang Nakhodai Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UTM

”Harus ada langkah-langkah konkret yang dilaksanakan setelah penandatanganan MoU,” ujar Rektor Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) Prof. Dr. Safi’.

Prof. Dr. Safi’ menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan harus menyiapkan segela sesuatu dalam menyambut korporasi yang akan berinvestasi di Kota Salak.

Mulai dari kemudahan penyediaan perizinan hingga menyiapkan sumber daya manusia (SDM).

”Karena yang akan masuk perusahaan di bidang padat karya, SDM-nya harus dipersiapkan. Agar kita tidak menjadi penonton di daerah sendiri,” katanya.

Pemkab juga perlu menyiapkan regulasi dan kajian akademik dalam menyambut investor dari Negeri Tirai Bambu.

Sehingga, industrialisasi yang akan hadir bisa benar-benar membawa dampak positif terhadap masyarakat.

Dengan demikian, segala potensi negatif dengan adanya industri dapat diantisipasi sejak awal.

”UTM siap mendukung Pemkab Bangkalan, khususnya dalam penyiapan kajian akademik dan SDM,” tegasnya.

Baca Juga: UTM Dorong Gen Z Jadi Penggerak Kesehatan, Gelar Semnas dengan Menghadirkan Ahli Mikrobiologi Klinik

Mantan dekan Fakultas Hukum (FH) UTM itu juga menyarankan pemkab segera melakukan komunikasi dan koordinasi lintas sektor.

Antara lain, pemerintah di tingkat kecamatan, desa, dan masyarakat.

Dengan begitu, tercipta kesadaran kolektif tentang urgensi adanya investasi di Kabupaten Bangkalan.

”Mereka harus diberikan pemahaman, sehingga semua stakeholder bisa mendukung hadirnya investor,” sambung Prof. Dr. Safi’.

Praktik-praktik negatif yang selama ini menjadi penghambat dalam percepatan pembangunan daerah dan peningkatan pertumbuhan ekonomi harus dihilangkan.

Sebab, bagaimanapun juga dampak positif dengan adanya industri akan dirasakan langsung masyarakat.

”Kalau setiap ada investor diganggu, kapan Madura akan maju. Maka perlu ada langkah-langkah untuk membangun kesadaran secara kolektif,” katanya. (jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
investor asal Tiongkok bidang padat karya berinvestasi utm pemkab bangkalan