BANGKALAN, RadarMadura.id – Sudah 42 hari kasus jasad Ruli Yunis Setiawati di area parkiran Terminal Bandara Juanda, Sidoarjo.
Namun, hingga saat ini misteri kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan itu belum sepenuhnya terurai.
Sebab, Erlan yang diduga sebagai pelaku pembunuhan dalam kasus itu belum berhasil diamankan.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya menjelaskan, penanganan perkara dugaan pembunuhan itu tanpa perkembangan berarti.
Baca Juga: Dropping Air Terkendala BBM, Kemarau Panjang Diprediksi hingga Awal 2027
Terduga pelaku sampai saat ini belum berhasil diamankan, itu artinya Erlan berhasil mengecoh polisi.
Kasus dugaan pembunuhan terhadap Ruli menjadi atensi aparat kepolisian. Mapolda Jawa Timur dan Mabes Polri juga ikut serta menyelidiki dan mengejar pelaku.
Namun, hasilnya tetap sama, tidak ada perkembangan yang signifikan ataupun menangkap pelaku.
Risang juga menyebutkan terduga pelaku juga berhasil menggasak perhiasan milik korban. Jumlahnya tidak sedikit. Yakni, satu kilogram emas.
Maka, jika terduga pelaku berhasil ditangkap, yang bisa menjadi terang benderang bukan hanya kasus pembunuhan, tetapi juga masalah lenyapnya perhiasan milik korban.
”Menurut keluarga, sekitar 1 kilogram emas yang hilang, dua belas gelang emas renceng yang dipakai waktu berada di Kota Batu juga hilang,” tambahnya.
Aktivitas terduga pelaku Erlan tidak terpantau di media sosial (medsos) karena memang tidak digunakan.
Dia menduga hanya menggunakan aplikasi seperti MiChat yang biasa digunakan untuk menipu para korban.
Baca Juga: Ratusan Dapur MBG Tidak Kantongi Sertifikat Halal, Satgas Didesak Bersikap Tegas
”Erlan ini tidak terpantau aktivitasnya karena memang tidak pakai medsos,” paparnya.
Risang menambahkan, uang milik korban bernilai ratusan juta juga hilang. Berdasarkan keterangan keluarga korban, uang tersebut akan digunakan untuk membeli rumah.
”Jumlah pastinya tidak bisa saya sampaikan, yang jelas ratusan juta,” ketusnya.
Kasihumas Polresta Sidoarjo AKP Tri Novi Handono memilih irit bicara saat dikonfirmasi perkembangan perkara itu.
Dia mengeklaim masih melakukan penyelidikan dan berusaha memburu terduga pelaku.
”Masih penyelidikan, sabar ya,” pintanya. (za/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti