BANGKALAN, RadarMadura.id – Seorang pengemudi truk bernama Ghufron diduga menjadi korban pembegalan di jalan akses Suramadu pada Minggu (2/8) malam.
Niatnya hendak memberikan bantuan kepada seseorang yang tidak dikenal justru berujung nahas.
Ponsel dan dompet miliknya dibawa kabur oleh terduga pelaku.
Dugaan pembegalan terhadap pengemudi truk itu beredar di media sosial.
Namun, hingga saat ini korban belum membuat laporan polisi, baik ke Mapolres Bangkalan maupun ke Polsek Sukolilo.
Akibat kejadian itu, sopir truk mengalami luka di bagian lengan kanan dan luka sobek di kepala bagian belakang.
Kasihumas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama tidak menampik adanya video yang beredar terkait dugaan pembegalan di wilayah hukum Polres Bangkalan.
Hanya, sampai saat ini polisi belum menerima laporan dari korban. Dia juga memastikan tidak ada laporan di polsek terdekat.
"Benar, ada video seorang sopir truk menjadi korban pembegalan di akses Suramadu, tapi belum ada laporan ke kami," katanya.
Dia memastikan sudah berkoordinasi dengan Polsek Tragah dan Sukolilo untuk memastikan kejadian tersebut.
Namun hasilnya tetap sama, belum ada laporan resmi.
Kendati demikian, dia berjanji akan melakukan upaya preventif untuk terus memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengendara.
"Kami akan terus melakukan upaya preventif untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan," janjinya.
Presiden Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Mahrus Ali menyesalkan insiden tersebut terjadi di akses Suramadu.
Oleh karena itu, dia mendesak agar aparat kepolisian menindaklanjuti dugaan pembegalan tersebut dan berharap tidak ada kejadian serupa yang terulang kembali.
"Kami berharap insiden pembegalan ini menjadi atensi aparat kepolisian. Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali," harapnya. (za/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti