
BANGKALAN, RadarMadura.id – Keputusan guru SDN Konang 4, Kecamatan Konang, memulangkan anak didik lebih awal pada Kamis (30/7) menjadi penyelamat.
Sebab, sekitar satu jam setelah pelajar meninggalkan sekolah, tiga ruang kelas ambruk.
Untungnya, pelajar dan guru selamat dalam insiden tersebut.
Tiga ruang yang ambruk berada di gedung A, yakni ruang kelas I, III, dan VI.
Sementara itu, gedung B yang ditempati ruang kelas II, IV, dan V juga dinilai tidak lagi representatif karena mengalami kerusakan cukup parah dan berpotensi mengalami hal serupa.
Abdul Aziz, guru SDN Konang 4, menuturkan, kerusakan bangunan sebenarnya telah berlangsung lama. Kondisinya terus memburuk selama sekitar satu tahun terakhir.
Beberapa hari sebelum ambruk, bagian bangunan mulai berjatuhan sehingga menimbulkan kekhawatiran guru maupun wali murid.
Dia menerangkan, tanda-tanda bangunan akan roboh semakin terlihat pada hari kejadian.
Sekitar pukul 13.30, tiang bagian depan patah, kemudian diikuti runtuhnya dinding samping.
Dinding bagian depan juga mengalami kerusakan hingga berlubang.
"Sudah ada tanda-tanda akan roboh. Tiang depan patah, lalu dinding samping jatuh. Barang-barang seperti bangku, TV, sound mulai dievakuasi, namun sebagian perlengkapan kelas masih berada di dalam karena tidak sempat dievakuasi seluruhnya," ujarnya.
Baca Juga: Aliansi Gabungan Jurnalis Datangi Kantor Dewan, Tidak Terima Disebut Londo Ireng oleh Presiden R
Menurut Aziz, pada Selasa (28/7) masih terjadi runtuhan kecil. Selain itu, kaca jendela mulai bergeser.
Hal itu semakin menguatkan dugaan bahwa kondisi bangunan sudah tidak aman ditempati.
Saat itu, jelas dia, para murid baru selesai mengikuti latihan gerak jalan dan memasuki waktu istirahat.
Melihat kondisi bangunan yang semakin mengkhawatirkan, para guru akhirnya memutuskan memulangkan siswa lebih awal meski kegiatan belajar mengajar (KBM) belum selesai.
"Pukul 11.00 terdengar bunyi seperti bangunan akan roboh. Guru-guru panik berhamburan mengamankan kendaraan masing-masing. Untung murid sudah kami pulangkan lebih awal," katanya.
Kepala Bidang (Kabid) SD Dispendik Bangkalan Ali Yusri Purwanto menyatakan, pihaknya telah meninjau langsung lokasi Jumat (31/7).
Setelah melihat kondisi bangunan, dispendik menginstruksikan agar seluruh area sekolah yang terdampak ditutup total demi menghindari risiko jatuhnya korban.
Yusri menjelaskan, kondisi SDN Konang 4 sebenarnya telah menjadi perhatian pemerintah kabupaten (pemkab).
Bahkan, pada Juni lalu dispendik meminta pihak sekolah menyusun proposal revitalisasi yang diajukan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui bupati Bangkalan.
Namun, saat pengumuman bantuan revitalisasi tahap pertama, SDN Konang 4 belum masuk daftar penerima bantuan.
Meski demikian, pihaknya optimistis sekolah tersebut dapat terakomodasi pada tahap kedua yang dijadwalkan diumumkan pada Agustus mendatang.
"Kami berharap SDN Konang 4 bisa masuk pada tahap kedua. Sebelumnya sekolah ini memang sudah menjadi atensi kami. Pemkab Bangkalan akan berupaya agar persoalan ini segera terselesaikan," tegasnya.
Untuk sementara, dispendik bersama muspika, pemerintah desa, TNI, dan Polri telah bersepakat menutup total area bangunan yang ambruk.
Selama proses penanganan berlangsung, kegiatan belajar mengajar (KBM) akan dilaksanakan di lokasi alternatif, yakni rumah warga, madrasah, atau menggunakan tenda. (ina/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti