BANGKALAN, RadarMadura.id – Kapal Motor (KM) Griya Idola karam di perairan Laut Jawa setelah mengalami kebocoran akibat dihantam ombak setinggi dua meter, kemarin (30/7). Beruntungnya delapan anak buah kapal (ABK) berhasil dalam selamat kecelakaan laut itu (lihat grafis).
Para korban sempat terombang-ambing di tengah laut pasca kapal yang ditumpangi tenggelam. Mereka bertahan di atas rakit darurat sebelum akhirnya ditemukan nelayan di perairan Desa Banyusangka, Kecamatan Tanjungbumi, Kamis (30/7) dini hari.
Kasatpolairud Polres Bangkalan AKP Muarib menyatakan, KM Griya Idola berangkat dari Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Kampung Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur, sekitar pukul 09.00, Rabu (29/7). Namun, setelah melintasi perairan Karang Jamuan, KM Griya Idola bocor di bagian bawah lambung akibat diterjang ombak.
Berdasar keterangan para korban, kebocoran semakin parah sehingga kapal tidak dapat diselamatkan. Sekitar pukul 19.30, seluruh ABK memutuskan meninggalkan kapal dan bertahan menggunakan rakit. Dua jam kemudian, sekitar pukul 21.30, KM Griya Idola tenggelam sepenuhnya di tengah laut.
”Para korban bertahan di atas rakit hingga akhirnya ditemukan sekitar pukul 03.30 oleh nelayan di perairan Desa Banyusangka,” ujarnya.
Mahur, nelayan yang menemukan korban menyatakan, awalnya hendak melaut sekitar pukul 01.30. Saat berada di tengah laut, dia melihat sejumlah barang mengapung berserakan di permukaan air. Setelah didekati, ternyata terdapat delapan orang yang bertahan di atas rakit gabus sambil meminta pertolongan.
”Para korban membawa bekal makanan dan satu jeriken air. Mereka meminta tolong, akhirnya saya pindahkan ke perahu saya,” tuturnya.
Lalu, Mahur membawa pseluruh korban ke rumahnya di Dusun Tengah, Desa Banyusangka. Mereka tiba sekitar pukul 06.00 untuk beristirahat sebelum diserahkan kepada pihak berwenang.
Kepala Desa (Kades) Banyusangka H. Syukur membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, seluruh ABK berhasil diselamatkan. ”Korban sampai di rumah Pak Mahur sekitar pukul 06.00. Kemudian sekitar pukul 11.00 mereka diantar ke Syahbandar Telaga Biru, Tanjungbumi,” terangnya. (ina)
Editor : Amin Basiri