Enam Jam Delapan ABK KM Griya Idola Terombang-ambing di Laut, Diselamatkan Nelayan Banyusangka 

Ina Herdiyana • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 12:37 WIB
SELAMAT: ABK KM Griya Idola didampingi  TNI-Polri serta tokoh masyarakat di rumah Mahur, Dusun Tengah, Desa Banyusangka, Kecamatan Tanjungbumi, Kamis (31/7). POLRES BANGKALAN UNTUK JPRM
SELAMAT: ABK KM Griya Idola didampingi TNI-Polri serta tokoh masyarakat di rumah Mahur, Dusun Tengah, Desa Banyusangka, Kecamatan Tanjungbumi, Kamis (31/7). POLRES BANGKALAN UNTUK JPRM

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kapal Motor (KM) Griya Idola karam di perairan Laut Jawa setelah mengalami kebocoran akibat dihantam ombak setinggi dua meter, Rabu (30/7). Delapan anak buah kapal (ABK) berhasil selamat dalam kecelakaan laut itu.

Para korban terombang-ambing di tengah laut saat kapal yang ditumpangi tenggelam.

Mereka bertahan di atas rakit darurat sebelum akhirnya ditemukan nelayan di perairan Desa Banyusangka, Kecamatan Tanjungbumi, Kamis (30/7) dini hari.

Baca Juga: Bangkalan Jadi Jalur Utama Pengiriman Rokok Ilegal ke Luar Madura

Kasatpolairud Polres Bangkalan AKP Muarib menyatakan, KM Griya Idola berangkat dari Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Kampung Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur, sekitar pukul 09.00, Rabu (29/7).

Namun, setelah melintasi perairan Karang Jamuan, KM Griya Idola bocor di bagian bawah lambung akibat diterjang ombak.

Berdasar keterangan para korban, kebocoran semakin parah sehingga kapal tidak dapat diselamatkan.

Sekitar pukul 19.30, seluruh ABK memutuskan meninggalkan kapal dan bertahan menggunakan rakit. Dua jam kemudian, sekitar pukul 21.30, KM Griya Idola tenggelam sepenuhnya di tengah laut.

”Para korban bertahan di atas rakit hingga akhirnya ditemukan sekitar pukul 03.30 oleh nelayan di perairan Desa Banyusangka,” ujarnya.

Baca Juga: Mengenal Filosofi Tari Ghellàng Soko dalam Festival Seni Tradisi Bangkalan 2026, Gelang Kaki Jadi Simbol Kebebasan Perempuan Madura

Mahur, nelayan yang menemukan korban, menuturkan, awalnya dirinya hendak melaut sekitar pukul 01.30.

Saat berada di tengah laut, Mahur melihat sejumlah barang mengapung berserakan di permukaan air.

Setelah didekati, ternyata terdapat delapan orang yang bertahan di atas rakit gabus sambil meminta pertolongan.

”Para korban membawa bekal makanan dan satu jeriken air. Mereka meminta tolong, akhirnya saya pindahkan ke perahu saya,” tuturnya.

Baca Juga: HUT Ke-27 JPRM, Bupati Bangkalan: Kita Semua Butuh Radar Madura

Lalu, Mahur membawa seluruh korban ke rumahnya di Dusun Tengah, Desa Banyusangka. Mereka tiba sekitar pukul 06.00 untuk beristirahat sebelum diserahkan kepada pihak berwenang.

Kepala Desa (Kades) Banyusangka H Abd. Syukur membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, seluruh ABK berhasil diselamatkan.

”Korban sampai di rumah Pak Mahur sekitar pukul 06.00. Kemudian sekitar pukul 11.00 mereka diantar ke Syahbandar Telaga Biru, Tanjungbumi,” terangnya. (ina/jup)

Editor : Ina Herdiyana
KM Griya Idola bangkalan desa banyusangka tanjungbumi kapal tenggelam