Desa Terdampak Kekeringan, BPBD dan PUDAM Setiap Hari Pasok Air Bersih

Amin Basiri • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 18:15 WIB
TERDAMPAK KEKERINGAN: Warga Desa Gunelep, Kecamatan Sepulu, antre untuk mendapatkan bantuan air bersih, Selasa (28/7).
TERDAMPAK KEKERINGAN: Warga Desa Gunelep, Kecamatan Sepulu, antre untuk mendapatkan bantuan air bersih, Selasa (28/7).

BANGKALAN, RadarMadura.id – Sejumlah desa di Kabupaten Bangkalan mulai terdampak kekeringan. Permintaan bantuan air bersih yang diajukan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus bertambah. BPBD pun terus menggenjot pendistribusian air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan Arif Rahman Surya Atmaja mengatakan, pendistribusian air sudah dilakukan sesuai jadwal. “Khusus hari ini, institusinya masih belum melakukan pendistribusian karena masih berkoordinasi dengan PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan selaku penyedia air dan armada perihal biaya bahan bakar minyak (BBM),” katanya.
Menurut dia, institusinya tidak memiliki anggaran untuk penyaluran air bersih. Oleh karena itu, BPBD masih memutar otak agar pendistribusian air bisa dilakukan kembali sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. “Doakan saja semoga pendistribusian air bisa dilakukan dalam waktu dekat,” tuturnya.
Pria yang akrab disapa Yayak itu menyatakan, sampai kemarin, jumlah desa yang mengajukan bantuan air bersih sebanyak 22 desa. “Ada tambahan satu dari sebuah yayasan, untuk yang lain belum ada permohonan,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, penyaluran air bersih juga dibantu oleh Pemprov Jatim. Sementara jadwal pendistribusiannya disesuaikan dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh BPBD Bangkalan. “Karena kami tidak memiliki armada, maka untuk penyaluran air bersih bekerja sama dengan PUDAM Sumber Sejahtera,” tandasnya. (za/yan)
Editor : Amin Basiri
bangkalan kekeringan BPBD Bangkalan