BANGKALAN, RadarMadura.id - Bunyi tembakan menggeggerkan warga Desa Berbeluk, Kecamatan Arosbaya, Senin (27/7). Insiden bentrokan antara dua kelompok itu dipicu kesalahpahaman hingga berujung penembakan.
Akibat kejadian itu, satu korban bernama Bambang, harus dilarikan ke RSUD Syamrabu Bangkalan karena mengalimi luka tembak di perut bagian belakang dan kaki sebelah kiri.
Dari sekian orang yang terlibat dalam aksi bentrokan menggunakan senjata tajam (Sajam) dan senjata api (Senpi) itu, baru satu pelaku yang menyerahkan diri ke polisi.
Oleh sebab itu, kekerasan menggunakan sajam dan senpi yang diduga ilegal tersebut menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Polres Bangkalan.
Saat ditemui di rumah sakit, Bambang menceritakan awal mula insiden penimbakan itu terjadi.
Awalnya, terduga pelaku penembakan membeli rujak dan memarkir kendaraannya di bahu jalan.
Karena lokasinya agak rawan, Mustofa yang merupakan adik Bambang menegur pemilik kendaraan secara baik-baik. Tujuannya, agar kendaraan itu dipindahkan.
”Mohon maaf mas ini parkirnya berbahaya takut mobilnya sampean ditabrak orang, ujarnya menirukan Mustofa.
Namun, niat adiknya itu tidak berbalas baik. Pemilik kendaraan justru menolak dengan nada sinis dan tetap ngotot enggan memindahkan kendaraannya.
Mustofa kemudian manyakan alamat pemilik kendaraan itu. Lalu dijawab kalau pemilik kendaraan berasal dari Desa Katol, Kecamatan Geger sambil mengeluarkan senjata tajam (Sajam) berjenis pisau.
”Sama adik saya bilang tunggu saja disini dan bilang ke kakanya yang bernama Mustajib, sambungnya.
Tidak lama kemudian, Mustofa dan Mustajib kembali ke tempat kejadian perkara (TKP). Namun terduga pelaku sudah tidak berada di lokasi.
Tetapi saat Mustofa hendak pulang, dia menjumpai terduga pelaku memarkirkan kendaraannya di salah satu swalayan. Mustofa akhirnya berhenti untuk memastikannya.
Namun terduga pelaku penembakan memilih langsung lari. Sedangkan Mustofa melakukan mengejaran karena ingin plat nomor kendaraannya. "Setelah diketahui plat nomornya adik saya berhenti tidak ngejar lagi", bebernya.
Berselang satu jam kemudian, datang rombongan bermobil mengepung Mustofa, Mustajib, dan Bambang.
Pihaknya memperkirahkan ada 10 unit kendaraan mobil yang membawa sekitar 20 orang lebih. Mereka langsung turun dan menyerang korban sambil menembakkan pistol secara brutal.
”Rombongan saya ada sekitar enam orang, mereka menembak secara brutal, ucapnya.
Ada sekitar lima orang yang menggunakan senjata api (senpi). Sementara sisanya membawa sajam. Saat itu korban hanya bisa pasrah sebab tidak membawa senjata apapun.
Serta berupaya menghindari tembakan yang dilepaskan oleh terduga pelaku.
”Hanya berjarak sekitar dua atau tiga meter saja, saya mundur selangkah mereka maju hingga akhirnya mengenai perut dan kaki saya, paparnya.
Sementara Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Eriek Triyasworo membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, motifnya peristiwa itu belum bisa disampaikan secara detail.
Sebab perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya juga masih melakukan pendalaman ke TKP.
Berdasarkan penelusuran media ini, Bambang yang menjadi korban dalam peristiwa itu baru sepekan pulang dari Kota Suci Mekkah.
Sedangkan satu terduga pelaku berinisial MD sudah menyerahkan diri ke Mapolres Bangkalan. (za/jup)
Editor : Amin Basiri